Seluruh unggahan media sosial TikTok diduga milik mahasiswa pelaku pembacokan mahasiswi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau kini mengejutkan publik.
Kasus pembacokan dilakukan mahasiswa berinisial R (22) kepada mahasiswi berinisial F (23) di area Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska Riau)
Hubungan sebatas HTS diduga memicu mahasiswa Pelaku merasa dendam terhadap korban hingga terjadi pembacokan di kampus UIN Suska Riau. Berikut keterangan polisi
Seorang pria berinisial R (21) secara tiba-tiba menyerang F (23) dengan cara membacok korban di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau
Rektorat Kampus UIN Suska Riau kecam keras tindakan kriminal mahasiswa, R yang bacok mahasiswi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Farradhilla Ayu Pramesti (23).
Korban diketahui bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23), mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau. Ia mengalami luka bacok di bagian kepala dan lengan.
Mahasiswi berinisial F (23) tiba-tiba diserang dan dibacok oleh pria berinisial R (21) menjelang sidang proposal skripsi di UIN Suska Riau, Kamis (26/2/2026)
Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) dibacok oleh pria yang diduga kekasihnya sendiri. Korban bernama Farradhill
Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau berinisial AAF di âDrop Outâ (DO), karena yang bersangkutan kedapatan sedang bercumbu dalam âZoom Meetingâ perkuliahan
Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Presiden FAM yang juga CEO Liga Malaysia (MFL) ini memastikan para pemain tersebut tetap berstatus sebagai rakyat Malaysia setelah masa sanksi mereka resmi berakhir pada 1 November 2026 lalu.