Namun, bagaimana jika seseorang memilih menutup mata atau merem ketika diri kesulitan khusyuk saat shalat, apakah boleh?. Simak penjelasannya lebih lengkap ...
Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengatakan kalau tutup mata sering dilakukan kala seseorang kesulitan untuk fokus atau khusyuk. Kata Buya Yahya boleh merem asal
kesulitan khusyuk saat shalat, apakah boleh?. Hal ini dijelaskan Buya Yahya sebab katanya sering dilihat kala shalat berjamaah di Masjid. Simak penjelasannya...
Tutup mata saat shalat bisa jadi salah satu cara seseorang untuk khusyuk saat beribadah. Hal ini memicu pertanyaan, apakah diperbolehkan? Kata Buya Yahya selama
Sebab dalam praktiknya, terkadang muncul begitu gangguan berupa pikiran lain saat seseorang terdiam. Hal itu juga umum terjadi saat shalat kata Buya Yahya jadi
Jadi salah satu kewajaran, kata Buya Yahya seseorang merem untuk dapatkan kekhusyukan. Sebagaimana, diketahui menunaikan ibadah shalat itu kewajiban umat muslim
Bukti popularitas Megawati Hangestri sebagai atlet asing di V-League adalah ketika sopir taksi di Korea Selatan mengenalinya bahkan sampai minta tanda tangan.
Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi