Salah satu faktor yang membebani sentimen pasar dan menyebabkan pelemahan rupiah berasal dari data BPS yang mencatat neraca perdagangan RI mengalami defisit US$450 juta pada Juni 2026.
BPS menyampaikan ekspor bulan Juni 2026 mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen secara year-on-year (yoy), yang ditopang dari sektor pertambangan dan industri.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan impor Juni 2026 yang menyentuh angka 34,27 persen atau sebesar US$25,91 miliar itu, didominasi oleh impor migas yang naik.
nilai ekspor migas yang tercatat sebesar US$1,07 miliar atau turun 3,78 persen, berbanding dengan nilai ekspor non-migas yang naik 9,46 persen dengan nilai sebesar US$24,39 miliar pada Juni 2026.
Mendag Budi Santoso menyebyt tren penurunan harga minyak dunia memberikan harapan bagi membaiknya kinerja neraca perdagangan nasional yang sempat defisit.
Kondisi ini dipicu oleh penurunan ekspor migas yang lebih besar dibandingkan penurunan impor migas, sehingga memperlebar tekanan pada neraca perdagangan secara keseluruhan.
Jebloknya performa neraca perdagangan April 2026 ini dipicu oleh lonjakan defisit di sektor minyak dan gas (migas) yang signifikan akibat naiknya impor dan turunnya ekspor.
Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026) sore, nilai tukar rupiah kembali terpuruk sampai 57 poin ke posisi Rp17.394 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.353.
Indonesia memperpanjang tren surplus neraca perdagangan selama 71 bulan berturut-turut, dengan kontribusi terbesar berasal dari ekspor nonmigas, khususnya industri pengolahan.
Kinerja pasar saham pada perdagangan pagi ini akan merespon pengunduran diri sejumlah pejabat OJK. Karena pengunduran diri pejabat OJK terjadi pada perdagangan
Berdasarkan sejumlah indikator, Airlangga optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini dapat tercapai sesuai rencana, yakni sebesar 5,2 persen.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.