Pasar Asia terguncang setelah Donald Trump usulkan tarif baru atas impor mineral penting. Indeks utama melemah, investor waswas potensi perang dagang jilid dua.
IHSG dibuka menguat 75 poin ke 6.444,34 di tengah bursa global yang bergerak campuran. Wall Street turun, namun bursa Asia dan Jepang menunjukkan pemulihan.
Anjloknya Nikkei 225 hingga 12,4 persen ini adalah yang terburuk sejak kejatuhan bursa saham global di tahun 1987 yang dikenal dengan istilah "Black Monday".ÂÂ
Di tengah ancaman resesi di Amerika Serikat, bursa saham di kawasan Asia anjlok pada perdagagangan awal pekan ini, termasuk bursa Jepang turun hingga 7 persen.
Pergerakan IHSG di awal pekan ini bakal terimbas sentimen negatif dari kawasan Asia Pasifik, dimana mayoritas pasar saham dibuka melemah pada awal pekan ini.
Pada perdagangan Selasa pagi, Indeks Nikkei Jepang terpantau menguat 0,89 persen, kenaikan ini terjadi setelah pasar saham anjlok 2 persen di awal pekan.
Saham - saham emiten BUMN mulai bergerak rebound atau menguat kembali, dan menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (28/5/2024).ÂÂ
IHSG terpantau menguat 25,10 poin atau 0,35 persen ke posisi 7.142,52. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,39 poin atau 0,60 persen ke 904,14.
Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
Ketimbang menunggu diaspora Belanda yang mulai ragu dinaturalisasi karena isu Passportgate, Timnas Indonesia bisa alihkan fokus terhadap eks Brasil U-20 ini.
Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
mantan pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan ungkap rencananya setelah jadi Sarjana. Aksi tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi setelah menemui truk 42 ton