Terpopuler Trend: Rencana Pratama Arhan Setelah Jadi Sarjana, hingga Aksi Tegas Dedi Mulyadi Temui Truk 42 Ton
- Instagram/@true_bangkok_united
tvOnenews.com - Kabar mengenai mantan andalan Timnas Indonesia, Pratama Arhan yang mengungkapkan rencananya setelah resmi menjadi Sarjana.
Hingga, aksi tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi setelah menemui truk seberat 42 ton melintas di jalan Provinsi.
Kedua informasi tersebut menjadi berita Trend Terpopuler di tvOnenews.com pada Minggu, 3 Mei 2026. Simak rangkuman beritanya berikut ini.
- Instagram @pratamaarhan8
Rencana Pratama Arhan Setelah Jadi Sarjana
Setelah menyandang gelar Sarjana Manajemen, mantan pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan mengungkapkan rencana kedepannya.
Sudah sekian lama penggemar Timnas Indonesia tidak melihat aksi Pratama Arhan mengenakan seragam tim Garuda.
Namun, para penggemar justru terkejut saat Pratama Arhan memilih fokus di dunia pendidikan tanpa menyinggung kerinduan terhadap Timnas Indonesia.
Di tengah kesibukannya sebagai pesepakbola, ia tetap memperhatikan aspek pendidikan.
Pratama Arhan diketahui mengambil jurusan Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang di tengah padatnya aktivitas sebagai pemain sepakbola.
Dirinya resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen dengan judul penelitian ‘Peran Brand Ambassador, Social Media Marketing dan Brand Familiarity dalam Meningkatkan Penjualan pada Sepatu Sepak Bola Mizuno.’
Saat ditanya mengenai langkah selanjutnya, mantan suami Azizah Salsha ini justru ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister untuk gelar S2.
Simak berita selengkapnya: Keinginan Pratama Arhan Setelah Resmi Menyandang Gelar Sarjana, Ternyata Bukan Kembali ke Timnas Indonesia?
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Aksi Tegas Dedi Mulyadi Usai Temui Truk 42 Ton
Sosok Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali menyita perhatian publik setelah menemukan langsung truk bermuatan berat yang melintas di jalan Provinsi.
Bukan pelanggaran biasa, kendaraan tersebut membawa beban 42 ton. Beban ini jauh melampaui kapasitas jalan yang seharusnya.
Dari hasil pemeriksaan, beban mobil mencapai sekitar 10 ton sementara muatan semen yang dibawa mencapai 32 ton.
Total keseluruhan mencapai angka 42 ton, angka ini dinilai sangat berisiko untuk jalan provinsi.
Melihat kondisi tersebut, Kang Dedi Mulyadi (KDM) mempertanyakan kapasitas jalan yang dilintasi kendaraan berat ini.
Load more