Bupati Nina Agustina kembali menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat Indramayu. Kali ini orang nomor satu di Indramayu itu memberikan bantuan kepada penyandang disabiltas di Indramayu.
Pada 2045Â nanti, Indonesia akan memasuki usia 100 tahun alias satu abad. Di masa itu, ditargetkan Indonesia sudah menjadi negara maju dan telah sejajar dengan negara adidaya. Maka dari itu muncul lah istilah Indonesia Emas 2045.
Bupati Nina Agustina bersama Forkipimda, perangkat pemerintah Kabupaten Indramayu, TNI, Polri, seluruh instansi-instansi, organisasi, serta masyarakat Indramayu, merayakan momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Alun-alun Puspawangi.
Kabupaten Indramayu sempat menjadi wilayah yang paling terpuruk se- Jawa Barat (Jabar) Hal tersebut salah satunya bisa dinilai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Indramayu yang selalu tertinggal dari Kabupaten/Kota lain di Jabar.
Selama kurang lebih 3,5 tahun kepemimpinannya menjadi Bupati Indramayu, Nina Agustina dibantu perangkat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus berupaya melakukan yang terbaik.
Bupati Nina Agustina bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu kini sedang berusaha dengan gigih mempersiapkan ratusan ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indramayu.
Sebuah kegiatan edukatif bertajuk Kelas Rempah: “Ekspedisi Tanaman Obat dari Alam Menjadi Minuman Sehat” digelar di Kebun Lentera, Sleman, Sabtu (27/06/2026).
Polisi mengungkap fakta baru dibalik kasus penyekapan tiga karyawan percetakan berinisial TS (24), MRJ (20), dan AS (19) di Jalan Kalibaru Timur, Bungur, Senen, Jakarta Pusat.
Wakil Menteri Besar Kelantan Datuk Dr. Mohamed Fadzli bin Hassan apresiasi kunjungan wisatawan Indonesia ke Kelantan. Kata dia, kunjungan masyarakat Indonesia
Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi (MK) tolak pengujian materiil Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) yang minta aturan batas usai calon kades
Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM), Aang Kunaifi menjelaskan bahwa proses pencalegan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai upaya
Menko Airlangga Hartarto memastikan bunga KUR tetap 6 persen meski suku bunga acuan naik. Hal itu demi menjamin pembiayaan dan menjaga keberlangsungan UMKM.