Kontingen Indonesia resmi akan menurunkan atletnya hanya di 35 cabang olahraga (cabor) di Asian Games 2026, yang akan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menetapkan kontingen untuk Asian Games 2026. Sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga harumkan Merah Putih.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, memastikan seluruh kebutuhan atlet dan ofisial akan menjadi prioritas utama demi menunjang pencapaian prestasi terbaik di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
CdM Todotua Pasaribu akan mendampingi Tim Indonesia untuk ajang paling bergengsi di multi-olahraga Asia yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Jepang.
Berikut bocoran daftar Timnas Voli yang dikabarkan lolos kualfikasi Asian Games 2026. Salah satunya ada Timnas Voli Indonesia baik di nomor putra dan putri.
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) buka suara terkait rumor Timnas Voli Indonesia baik sektor putra dan putri akan tampil di Asian Games 2026.
Kejuaraan Nasional Akuatik yang digelar di Stadion Akuatik GBK Senayan pada 28 April hingga 1 Mei 2026 itu menjadi tonggak awal perubahan penting dalam dunia olahraga nasional.
Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menegaskan adanya kesamaan visi antara Indonesia dan Malaysia dalam mempersiapkan SEA Games 2027.
Indonesia terancam absen di sepak bola Asian Games 2026. NOC protes kebijakan OCA soal sistem grading tanpa kualifikasi yang dinilai tak transparan dan merugikan banyak negara.
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari memastikan apa yang dilakukan pihaknya bukan intimidasi, permintaan menghapus unggahan sosial media disebutnya sebagai akar permasalahan.Â
Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.