Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membuka babak baru dalam peta energi nasional dengan memutuskan pengembangan tenaga nuklir skala besar hingga 7 Gigawatt.
Gubernur Pramono menyampaikan, pembahasan teknis kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Danantara terkait pembangunan PLTSa Bantar Gebang telah mencapai kesepakatan
Setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanjung Priuk, Jakarta, pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) akhirnya tiba di Aceh, Minggu (07/12/2025).
Melalui program Jiwa Berdaya, Pertamina memberdayakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah pulih agar dapat kembali produktif dan diterima oleh masyarakat.
Center for Energy Policy (CEP) menilai pengelolaan Fly Ash Bottom Ash (FABA) oleh berbagai PLTU di Indonesia telah membawa manfaat besar bagi masyarakat...
PT Berkat Cipta Abadi (BCA) yang merupakan anak usaha dari TSE Group meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Compressed Biomethane Gas (CBG) pertama di Papua.
Rektor ITPLN, Iwa Garniwa, menyatakan Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development (GINEST) akan menjadi pusat keilmuan dan kolaborasi global di sektor teknologi nuklir.
Investasi Pertamina NRE di Filipina menjadi investasi pertama bagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) di luar negeri
Indonesia berpotensi mengembangkan PLTS di lahan bekas tambang batu bara dengan estimasi kapasitas mencapai 59,45 gigawatt (GW), berdasarkan laporan Global Energy Monitor
Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.