News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerasan Jaksa

KPK Tegaskan Kasus Tiga Jaksa Kalsel Ditangani Internal, Berbeda dengan OTT Jaksa di Banten

KPK Tegaskan Kasus Tiga Jaksa Kalsel Ditangani Internal, Berbeda dengan OTT Jaksa di Banten

KPK pastikan kasus tiga jaksa Kejari Hulu Sungai Utara Kalsel ditangani langsung KPK dan berbeda dengan OTT jaksa di Banten.
Kejagung Berhentikan Sementara Tiga Jaksa di Banten yang Terlibat Kasus Dugaan Pemerasan WNA

Kejagung Berhentikan Sementara Tiga Jaksa di Banten yang Terlibat Kasus Dugaan Pemerasan WNA

Tiga jaksa yang bertugas di wilayah Banten, diberhentikan sementara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) usai terlibat kasus dugaan pemerasan terhadap WN Korsel.
Hari Sumpah Pemuda, Nikita Mirzani Tunggu Nasib di Pengadilan!

Hari Sumpah Pemuda, Nikita Mirzani Tunggu Nasib di Pengadilan!

Sidang dakwaan Nikita Mirzani digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ia dituntut 11 tahun penjara atas kasus pemerasan dan TPPU. Ini kronologinya.
Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa Terhadap Terdakwa Kasus Narkoba Berujung Damai

Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa Terhadap Terdakwa Kasus Narkoba Berujung Damai

Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa di Kejari Polman terhadap terdakwa seorang terdakwa kasus Narkoba yang disidangkan di PN berakhir damai.
Setelah Keluarga, Pekan Depan Jaksa KPK Akan Hadirkan Febri Diansyah Sebagai Saksi SYL

Setelah Keluarga, Pekan Depan Jaksa KPK Akan Hadirkan Febri Diansyah Sebagai Saksi SYL

JPU pada KPK akan menghadirkan Febri Diansyah sebagai saksi untuk terdakwa mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Senin (3/6/2024) mendatang.
Di Persidangan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi, Cucu SYL Bantah Biaya Perawatan Kecantikan dari Kementerian Pertanian

Di Persidangan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi, Cucu SYL Bantah Biaya Perawatan Kecantikan dari Kementerian Pertanian

Cucu Syahrul Yasin Limo (SYL), Andi Tenri Bilang alias Bibi membantah biaya perawatan kecantikannya dibiayi Kementerian Pertanian (Kementan).
Bekas Mentan RI SYL Didakwa Pemerasan Rp44,5 M dan Terima Gratifikasi Rp40 M

Bekas Mentan RI SYL Didakwa Pemerasan Rp44,5 M dan Terima Gratifikasi Rp40 M

JPU pada KPK mendakwa mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan pemerasan Rp44,5 M dan menerima gratifikasi dengan total Rp40 M.
Kanit I Sat Res Narkoba Polres Batubara Diperiksa di Polda Sumut - Kabid Propam Kombes Pol Dudung Adijono Mengungkap Proses Pemeriksaan

Kanit I Sat Res Narkoba Polres Batubara Diperiksa di Polda Sumut - Kabid Propam Kombes Pol Dudung Adijono Mengungkap Proses Pemeriksaan

Ipda Pol RBS dan timnya diperiksa di Bid Propam Polda Sumut terkait dugaan pemerasan narkotika. Kejari Batubara Y juga dalam pemeriksaan terkait kasus ini.
Dugaan Pemerasan Oknum Polres dan Oknum Jaksa Kejari Batubara Jilid II: Korban Melapor ke Polda dan Kejari Sumut

Dugaan Pemerasan Oknum Polres dan Oknum Jaksa Kejari Batubara Jilid II: Korban Melapor ke Polda dan Kejari Sumut

Dugaan pemerasan melibatkan oknum Jaksa dan Satres Narkoba Polres Batubara terbongkar. Kasus dilaporkan Polda Sumut dan Kejari Sumut, sedang dalam proses hukum.
Kabar Mengejutkan: Aswas Kejatisu Ungkap Pemeriksaan Jaksa Eka Kartika Boru Turnip Ternyata Sudah Lama Selesai, Berikut Penjelasan Kasipenkum Kejatisu

Kabar Mengejutkan: Aswas Kejatisu Ungkap Pemeriksaan Jaksa Eka Kartika Boru Turnip Ternyata Sudah Lama Selesai, Berikut Penjelasan Kasipenkum Kejatisu

Asisten Pengawasan Kejatisu mengklaim telah menindaklanjuti kasus pemerasan oleh oknum Jaksa Kejari Batubara. Kasus melibatkan oknum polisi dan bukti video.
Skandal Pemerasan Jaksa di Batubara: Dugaan Keterlibatan Tiga Oknum Anggota Polres Batubara yang Dicopot, Sempat Dibantah Kapolres

Skandal Pemerasan Jaksa di Batubara: Dugaan Keterlibatan Tiga Oknum Anggota Polres Batubara yang Dicopot, Sempat Dibantah Kapolres

Kapolres Batubara membantah keterlibatan anggotanya dalam kasus pemerasan. Tiga personil dicopot dan ditahan untuk pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Sumut.
3 Anggota Polres Batu Bara Diduga Terlibat Kasus Pemerasan oleh Jaksa Batu Bara, Kapolres: Enggak Benar Itu

3 Anggota Polres Batu Bara Diduga Terlibat Kasus Pemerasan oleh Jaksa Batu Bara, Kapolres: Enggak Benar Itu

Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh EKT, oknum jaksa yang bertugas di Kantor Kejaksaan Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, ternyata menyeret 3 oknum kepolisian.
Memuat Konten Berikutnya...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT