Jumlah total personel militer AS yang tewas atau luka-luka dalam konflik dengan Iran telah mencapai 838 orang, berdasarkan analisis RIA Novosti terhadap data terbaru dari Departemen Perang AS pada Selasa (8/9).
Ketegangan yang Kembali terjadi antara Amerika Serikat dan Iran, telah meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan terganggunya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
AS menyerang dan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak mentah Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS di perairan regional.
Jika Amerika Serikat melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran, Iran akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Hal ini diktakan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.
Kementerian Luar Negeri Qatar memastikan bahwa AS akan tetap melanjutkan perundingan dengan Iran usai Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bertemu dengan Utusan Presiden AS Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Uang sebesar 6 miliar dolar AS (sekitar Rp106,7 triliun) yang sebelumnya dijanjikan untuk dicairkan sebagai bagian dari pelaksanaan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat, belum diterima oleh Iran.
Pasca saling serang, Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan permusuhan dan akan mengadakan pertemuan di Qatar pada Selasa untuk membahas perselisihan terkait Selat Hormuz, Axios melaporkan pada Minggu (28/6).
Iran mengecam serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatannya dan menuduh Washington melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pakta yang baru ditandatangani untuk mengakhiri perang.
Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.