IHSG dibuka menguat ke 7.092,24 pada Jumat (16/05), terdorong sentimen domestik seperti rebound saham perbankan dan net inflow asing, namun tetap berpotensi fluktuatif karena pengaruh global.
IHSG dibuka menguat ke 7.092,24 pada Jumat (16/05), terdorong sentimen domestik seperti rebound saham perbankan dan net inflow asing, namun tetap berpotensi fluktuatif karena pengaruh global.
IHSG melonjak sebanyak 5,07% ke 6.270, LQ45 naik 6,69%. Bursa global ikut menguat: Wall Street, Asia, dan Eropa positif, dorong sentimen beli di pasar domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpeluang bergerak variatif seiring dengan adanya sentimen dari domestik maupun global. IHSG dibuka menguat 7,07 poin atau 0,10 persen ke posisi 6.845,38. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,62 poin atau 0,18 persen ke posisi 902,84.
IHSG BEI dibuka melemah 4,85 poin atau 0,07 persen ke posisi 7.107,6. Penurunan IHSG dipicu kekhawatiran terjadinya resesi akibat kebijakan moneter agresif
Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah,