Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Alasan Manusia (Komnas HAM) Pramono Ubaid Tanthowi soroti terkait banyaknya kematian para petugas pemilihan umum (pemilu) 2024.
Sat Reskrim Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tujuh orang tersangka tindak pidana kasus Pemilu 2024. Kasat Resk
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengumumkan bahwa jumlah petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia dan mengalami kecelakaan kerja atau sakit.
Per Kamis (29/2/2024), tercatat ada lima petugas Ad Hoc baik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Linmas di DI Yogyakarta yang meninggal dunia.
Sebanyak 108 petugas pemilu yang tergabung dalam beberapa kelompok, seperti KPPS, Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan saksi, meninggal per 22 Februari.
Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengungkapkan ada 90 petugas tempat pemungutan suara (TPS) meninggal dunia terhitung mulai 14-22 Februari 2024. Segini nilainya.
Seorang petugas keamanan TPS Ridwan (61), asal Kampung Nyenyerean, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat meninggal dunia.
Pasca pencoblosan Pemilu 2024, yang digelar pada Rabu, 14 Februari 2024 lalu, sejumlah petugas yang terlibat dalam pelaksanaan pemilihan umum, meninggal dunia.
Bawaslu: dari total 424 orang petugas pengawas TPS, sebagian besar akibat kelelahan dan ada yang mengalami kecelakaan setelah melakukan pengawasan pemilu.ÂÂ
Kabar duka kembali menimpa petugas Pemilu,.Kali ini, seorang petugas KPPS di Kab. Indramayu meninggal dunia karena sakit usai bertugas pada hari pencoblosan.
PU Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memberikan santunan senilai Rp 10 juta kepada keluarga atau ahli waris almarhum Sardiyanto, anggota Linmas yang meninggal dunia dalam tugas Pemilu 2024.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Pengusaha muda asal Medan, Insanul Fahmi, mengungkap perubahan besar dalam perjalanan hidup dan bisnisnya setelah konflik rumah tangganya dengan Wardatina Mawa.