Malik, bekas pengawal Panji Gumilang bongkar kelakuan tak lazim dedengkot Al Zaytun pada dirinya. Ia mengaku pernah mendapat hukuman dari Panji Gumilang, yakni dimasukan batu hias dalam mulutnya, dan disuruh membersihkan teletong selama enam bulan.
Di tengah kasus dugaan penistaan agama yang menjerat pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang, satu persatu fakta soal Al-Zaytun mulai terbongkar ke publik.
Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang kini nasibnya terancam dijemput paksa polisi. Sebab untuk dilakukan pemeriksaan atas kasus dugaan penistaan agama.
Habib Bahar bin Smith ikut menyoroti tingkah Panji Gumilang yang kerap menuai kontroversial. Begini tanggapan Habib Bahar bin Smith tentang Panji Gumilang
Panji Gumilang berbicara mengenai tata cara pelaksanaan shalat, dimana shaf wanita setara dengan kaum pria, begini penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Panji Gumilang disebut-sebut sering menafsirkan Al-Quran dengan cara salah. Salah satunya adalah ajaran bahwa wanita tidak harus dinikahi. Ini penjelasannya
Polisi mengungkap kendala yang dialami dalam proses penyidikan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang.
Usai status kasusnya telah dinaikan ke penyidikan dari penyelidikan, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang belum ditetapkan sebagai tersangka.
publik yang membandingkan NII dengan FPI (Front Pembela Islam) dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang telah dibubarkan. Wasekjen PA 212 beri tanggapan ini
Para mantan anggota NII tersebut bahkan sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya sebagai anggota. Ternyata ini yang dijanjikan Panji Gumilang
Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Jadwal siaran langsung grand final Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan kembali berjuang untuk terakhir kalinya demi bawa Jakarta Pertamina Enduro pertahankan gelar juara.
Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.