Ironis, 19 siswa dan 3 siswi SMP dicabuli dua guru ekstrakurikuler di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kasus ini pun menyedot perhatian publik. Pasalnya kasus
Momen detik-detik Polda Jabar dan Polres Indramayu meringkus dua pembunuh Haji Sahroni dan empat anggota keluarga di Indramayu, R dan P melakukan perlawanan keras.
Teka-teki kasus kematian Haji Sahorni beserta 4 anggota keluarganya yang terkubur dalam satu lubang di halaman belakang kediamannya sendiri kawasan Indramayu, Jawa Barat mulai menemui titik terang.
Beberapa fakta baru terungkap dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap Sahroni sekeluarga di Indramayu, Jawa Barat. Sebuah mobil biru tua diamankan kepolisian.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno mendengar spekulasi dugaan pelaku pembunuhan yang kubur Haji Sahroni dan empat anggota keluarga yakni sosok anak angkat korban.
Selain Haji Sahroni (70), polisi juga mengevakuasi jasad Budi (43, anak Sahroni), Euis (37, istri Budi), serta dua anak mereka masing-masing berusia 7 tahun dan 8 bulan.ÂÂ
Kelima korban yakni Haji Sahroni (70), anaknya Budi (43), menantunya Euis (37), serta dua cucunya, Ratu (7) dan seorang bayi berusia delapan bulan ditemukan di-
Warga Paoman, Indramayu digegerkan dengan penemuan lima jenazah sekeluarga yang terkubur dalam satu liang di halaman rumah, Senin (1/9/2025) malam. Kelima korban adalah Haji Sahroni
Polisi membenarkan adanya temuan jasad lima orang anggota keluarga yang terkubur dalam satu lubang di halaman rumah mereka di kawasan Indramayu, Jawa Barat.
Petisi mencari oknum anggota Polres Indramayu, Bripda Alvian Sinaga diduga sebagai pembunuh kasus kematian Putri Apriyani (24) di kamar kos viral di media sosial.
Hal itu terungkap setelah ada seorang warga Indramayu bernama Yuni yang mengaku sebagai anggota keluarganya. Ia melapor ke nomor hotline Polres Lampung Selatan.
SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.