Islam mengajarkan umatnya untuk mampu menahan amarah. Rasulullah SAW pun memberikan tuntunan agar emosi dapat diredakan, salah satunya dengan membaca doa
Islam mengajarkan pentingnya mengendalikan emosi tersebut. Rasulullah SAW memberikan tuntunan agar umatnya mampu meredakan amarah, salah satunya dengan melantunkan doa agar hati kembali tenang
Rasa marah kerap muncul dan sulit dikendalikan. Dengan mengingat Allah melalui doa, perlahan-lahan rasa marah akan mereda dan digantikan dengan ketenangan jiwa.
Dengan mengingat Allah lewat doa, perasaan marah sedikit demi sedikit akan hilang dan digantikan dengan ketenangan batin. Berikut doa yang bisa dibaca untuk meredam amarah
Dalam kondisi marah, banyak orang bertindak tanpa pertimbangan matang, penting untuk mengendalikan emosi. Bacalah doa ini agar hati menjadi lebih tenang
Bila seseorang mendapatkan masalah dengan seseorang, terkadang rasa emosi dan marah menguasai diri. Segeralah baca doa ini agar rasa marah mudah teredam.
Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil