IHSG ditutup turun 0,89% ke level 6.130 seiring pelemahan rupiah dan sikap wait and see investor menjelang keputusan suku bunga The Fed serta hasil rapat FOMC.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kondisi bursa sepanjang bulan Juni kemarin berada dalam fase konsolidasi imbas tensi dan ketidakpastian ekonomi global.
IHSG ambles lagi setelah koreksi yang terjadi pada hampir semua sektor. Pada penutupan Senin (8/6/2026), IHSG terjun bebas 252,63 poin atau 4,52 persen ke posisi 5.342.
Purbaya minta investor tidak panik meski IHSG pada perdagangan Rabu sore ditutup di zona merah yang cukup dalam, terkoreksi 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941,07.
IHSG ambruk sangat parah hingga hampir 5% pada penutupan sesi I, Rabu (3/6/2026). Rontoknya IHSG terutama akibat aksi jual investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.
Sejak perdagangan dibuka, IHSG bergerak di wilayah positif dan mampu mempertahankan penguatan hingga akhir sesi pertama dan berlanjut pada sesi kedua sampai penutupan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru meminta investor tetap tenang dan melihat koreksi pasar hari ini sebagai peluang membeli saham dengan harga murah.
Pemerintah menegaskan peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukan sinyal krisis, melainkan momentum strategis untuk membongkar kelemahan struktural pasar modal Indonesia.
Gejolak pasar modal yang berujung trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 8 persen dinilai sebagai sinyal krisis kepercayaan yang jauh lebih dalam dibanding sekadar fluktuasi indeks.
Pasar saham Indonesia diperkirakan akan menghadapi dinamika tajam pada awal perdagangan Senin pekan depan, menyusul rangkaian peristiwa pengunduran diri petinggi lembaga jasa keuangan dan regulator pasar modal.
Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Kompetisi Liga Belanda dimulai, namun ujung hidung Mees Hilgers tak kunjung terlihat bersama FC Twente. Situasi tersebut tidak lepas dari persoalan kontrak yang membuat hubungan Hilgers dan klub asal Belanda itu memanas.