Tamara Tyasmara menanggapi putusan majelis hakim yang memvonis 20 tahun penjara terdakwa Yudha Arfandi, yang terbukti melakukan pembunuhan berencana ke Dante.
Kasus kematian anak pesinetron Tamara Tyasmara yakni Dante (6) yang dibunuh oleh Yudha Arfandi (33) telah memasuki tahap dua pelimpahan berkas perkara.Â
Polda Metro Jaya menyebut tersangka YA (33) pembunuh anak Tamara Tyasmara, yakni Dante menunjukkan adanya kebohongan terhadap dua hal. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan poligraf.
Polisi libatkan sosok ini untuk ungkap kematian anak Tamara Tyasmara, Raden Andante Khalif Pramudityo atau Dante dalam pemeriksaan terhadap tersangka YA (33).
Polda Metro Jaya melibatkan sejumlah ahli poligraf dan kriminologi untuk ungkap kematian anak Tamara Tyasmara, Dante di pemeriksaan lanjutan ke yudha Arfandi
Reka ulang Yudha Arfandi membunuh Dante yang merupakan anak kekasihnya Tamara Tyasmara, dengan cara ditenggelamkan di kolam renang, digelar Rabu (28/2/2024).
Polisi bakal reka ulang adegan detik-detik Dante anak Tamara Tyasmara, dibunuh dengan cara ditenggelamkan oleh Yudha Arfandi, pada Rabu (28/02/2024) besok.
Lanjutan kasus kematian Dante (6) anak artis Tamara Tyasmara dan musisi Angger Dimas. Pihak kepolisian juga telah menetapkan tersangka yakni Yudha Arfandi.
Begini deretan kesaksian korban kekerasan seksual yang menyeret nama pemilik Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Salah satunya ternyata kejadian 8 tahun yang lalu.
Berikut 5 fakta baru soal perkembangan kasus Mohan Hazian, sosok di balik merek streetwear lokal kenamaan Thanksinsomnia, yang diduga lakukan pelecehan seksual.
Berikut profil lengkap dan perjalanan hidup Mohan Hazian, penulis sekaligus owner brand lokal streetwear Thanksinsomnia terlibat dugaan kasus pelecehan seksual.
Timnas Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari Eropa. Kali ini datang dari sosok striker muda berdarah Jawa yang mencuri perhatian di Liga Belanda.
Federasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi berat kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atas pelanggaran keamanan dan ketertiban selama gelaran Kejuaraan Futsal Asia 2026.
Meski tanpa kehadiran Ronaldo di dua laga terakhir yang mereka jalani, Al Nassr sukses mempertahankan tren positif dan terus bersaing di papan atas klasemen.