IHSG ambruk sangat parah hingga hampir 5% pada penutupan sesi I, Rabu (3/6/2026). Rontoknya IHSG terutama akibat aksi jual investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.
ECGO Group selaku holding bidang kelistrikan dan energi di Thailand memberikan suntikan modal ke Chandra Asri milik Prajogo Pangestu sebesar 95 juta dolar AS.
Chandra Asri Group milik Prajogo Pangestu mencaplok perusahaan kilang minyak dari Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) dari Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL).
Saham Chandra Asri melonjak usai akuisisi Shell. Investor optimis, namun risiko keuangan tetap ada. Saham Barito Pacific dan Glencore juga terdampak positif.
Pergerakan negatif saham-saham perusahaan yang berada di bawah Grup Barito menyebabkan total kekayaa Prajogo Pangestu merosot sangat dalam hingga Rp149 triliun.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Â milik pengusaha Prajogo Pangestu memiliki utang obligasi senilai Rp750 miliar yang akan segera jatuh tempo dalam waktu dekat.
Gandeng Glencore plc sebagai mitra, Chandra Asri telah menandatangani perjanjian dengan Shell Singapore Pte. Ltd. untuk membeli seluruh kepemilikan di SECP.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.