Hasil draft pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Vanja Bukilic resmi kembali bergabung dengan Red Sparks sedangkan Hyundai Hillstate memilih Jordan Wilson.
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung resmi mengonfrimasi secara langsung bahwa Megawati Hangestri bermain untuk timnya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Jika benar resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate di V-League, Megawati Hangestri diperkirakan akan berangkat ke Korea Selatan pada Agustus hingga September 2026.
Meski berada di peringkat 958 dunia, nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali masuk dalam daftar pemain Suwon Hyundai E&C Hillstate, Liga Voli Korea Selatan musim 2026/27 - 2026/27.
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung Hyun secara terang-terangan mengakui bahwa kunjungan perdananya ke Indonesia demi memantau kondisi Megawati Hangestri di proliga 2026
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung Hyun melontarkan kalimat yang kini viral di kalangan penggemar: âNo Mega No Party, No Mega No Fun, No Mega No Voli!â. Kembalinya Megatron
Nama Megawati Hangestri menghilang dalam daftar susunan pemain Hyundai Hillstate. Padahal sebelumnya Megatron terdaftar dalam skuad untuk Liga Voli Korea 2026-2027.
Megawati Hangestri secara mengenjutkan masuk dalam daftar nama pemain Hyundai Hillstate untuk Liga Voli Korea 2026-2027, meski belum diumumkan secara resmi oleh pihak klub.
Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Publik masih memberi perhatian pada polemik Lomba Cerdas Cermat diselenggarakan oleh MPR RI. Amarah publik meluap saat Dewan Juri tidak memberi permohonan maaf