- Tim tvOne - Aditya Bayu
PTM 100 Persen Siswa dan Guru Wajib Check In PeduliLindungi
Semarang, Jawa Tengah - Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pemuda Olah Raga, mengizinkan semua sekolah baik SD maupun SMP untuk menggelar sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Bagi sekolah yang melaksanakan sekolah tatap muka 100 persen, maka tidak ada pembelajaran secara daring.Namun, baik guru maupun siswa wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.
PTM 100 persen dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah dikeluarkan melalui SKB 4 Menteri. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam PTM 100 persen, pihak sekolah memperketat protokol kesehatan yaitu wajib mengenakan masker dan sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk kelas bagi semua siswa maupun guru.
Kepala SMP Negeri 2 Ungaran, Lilik Nurcholis, mengatakan saat ini sekolahnya telah melakukan pembelajaran tatap muka 100 persen.
“Sejak dimulainya semester dua, Tahun Ajaran 2021/2022 SMP N 2 Ungaran telah melakukan 100 persen pembelajaran tatap muka. Kita keluarkan kebijakan para siswa untuk bisa mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah dan tidak ada lagi pembelajaran secara daring,” ujar Lilik saat dijumpai di sekolah, Selasa (4/1/2022).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo, mengatakan saat ini hampir semua sekolah di Kabupaten Semarang telah 100 persen melaksanakan PTM.
“Khusus sekolah dasar, saat ini sudah hampir semua mengadakan 100 persen PTM, sedangkan SMP memang baru beberapa yang sudah 100 persen. Dengan, penerapan 100 persen tatap muka mengurangi siswa yang mengikuti pembajaran secara daring,” jelasnya.
Pembelajaran secara daring yang digelar di Kabupaten Semarang selama pandemi Covid-19 memiliki sejumlah kendala, seperti sinyal internet dan kemampuan ekonomi keluarga para siswa, sehingga tidak semua siswa memiliki handphone atau laptop sebagai penunjang pembelajaran jarak jauh atau daring.
“Kemarin ketika sekolah daring atau online kendalanya banyak sekali, terutama bagi sekolah di pedesaan. Kasihan anak-anak yang terkendala internet dan kemampuan ekonomi keluarga para siswa yang tidak semua bisa menunjang sekolah online. Dengan 100 persen pembelajaran tatap muka, saya berharap semuanya aman dan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik bisa terpenuhi,” ujar Sukaton saat dijumpai di SMP N 2 Ungaran. (Aditya Bayu/dan)