news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Industri Migas telah memberikan sumbangsih yang besar bagi ketahanan energi nasional dan pembangunan bangsa..
Sumber :
  • Istimewa

Siapa Bilang Ambles? Ini Sumbangsih Industri Hulu Migas Untuk HUT ke-79 RI Untuk Ketahanan Energi Nasional

Pada 17 Agustus 2024 ini, Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke-79. Selama itu pula, industri Migas telah memberikan sumbangsih yang besar bagi ketahanan energi nasional dan pembangunan bangsa.
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 12:00 WIB
Reporter:
Editor :

“Beberapa  hari  lalu  kita juga menyaksikan   pengapalan   ke-1.000   minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip. Kita berharap 6 sumur berikutnya dari Proyek BUIC akan segera menyusul sehingga kontribusi proyek ini untuk semakin mengangkat profil  produksi minyak nasional dapat terwujud,” ujar dia.

Ketiga, pembangunan Teknologi Digital agar dapat bersaing di era kompetisi industri hulu migas global yang akan semakin ketat. Digitalisasi pengelolaan   rantai suplai merupakan salah satu pilar Rencana Strategis hulu migas dan selaras dengan arahan Pemerintah.   

“Untuk itu, SKK Migas telah mengimplementasikan IOG E-Commerce yang dimulai untuk pengadaan barang/peralatan dengan nilai sampai 1 miliar rupiah,” kata dia.

Keempat, peningkatan efek multiplier melalui penandatanganan 10 GSA dengan total nilai US$ 1.2 miliar atau setara dengan 18,9 triliun rupiah, serta penandatanganan 8  Procurement  Contract senilai  US$  428 juta  atau  setara  6,4  triliun  rupiah,  yang dilakukan pada saat pembukaan Supply Chain & National Capacity Summit beberapa hari lalu.

Kelima, pemerataan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru. Industri Hulu Migas  melalui Program Pemberdayaan Masyarakat  (PPM)  yang  berorientasi  untuk menciptakan kesejahteraan sosial. 

“Pada tahun 2024 ini, telah diperoleh Kesepakatan Anggaran PPM sebesar US$ 35.38 Juta atau sebesar Rp. 530 Miliar, naik sebesar  127% dari tahun 2023 yang sebesar US$27.7 Juta,” kata Hudi.

Keenam, industri Hulu Migas turut berkontribusi dalam upaya mengurangi emisi karbon. Industri hulu migas telah meluncurkan 6 inisiatif untuk pengurangan karbon. Selain program CCS, Energy management, Zero Routine Flaring dan lain-lain.

“Setiap tahunnya  industri hulu migas menargetkan penanaman  2  juta  pohon  dan sejak  diluncurkannya renstra  IOG  4.0  pada tahun 2020 telah menanam 8.5 juta pohon,” ujarnya.

Hudi mengakui, masih ada tantangan yang dihadapi oleh industri migas kedepan berupa ketertinggalan produksi migas  kita  dari  target  yang  ditetapkan. Selain itu kita memiliki gap yang sangat signifikan yang harus kita jembatani untuk mencapai target produksi Long Term Plan 1 juta BOPD dan 12 BSCFD.

“Untuk tahun 2024, dari target produksi minyak LTP sebesar 709.000 BOPD, produksi baru mencapai 579.000   BOPD, artinya terdapat kekurangan sebesar 130.000 BOPD  yang  perlu  kita  atasi. Sedangkan untuk gas, target LTP untuk tahun 2024 adalah  6.736 MMSCFD,  tetapi  produksi  saat  ini hanya mencapai 5.334 MMSCFD, mengakibatkan selisih sebesar 1.402 MMSCFD yang masih perlu diisi,” kata dia.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

19:29
08:55
11:03
01:12
01:35
02:28

Viral