Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Nasional Aman
- YouTube Total Politik
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa minyak mentah dari Rusia akan segera masuk ke Indonesia.
Kedatangan minyak Rusia ini sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Langkah tersebut merupakan bagian dari realisasi komitmen impor sebesar 150 juta barel minyak dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.
Bahlil menegaskan pemerintah saat ini tengah memprioritaskan ketersediaan seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.
“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak) Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujar Menteri ESDM setelah menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Namun demikian, Bahlil belum merinci volume minyak mentah yang akan segera tiba maupun kilang yang akan mengolahnya di dalam negeri.
Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah saat ini berfokus memastikan pasokan berbagai jenis BBM tetap tersedia, mulai dari solar hingga bensin dengan beragam tingkat oktan, di tengah kondisi global yang masih berfluktuasi.
Dalam situasi geopolitik saat ini, menurutnya, negara harus lebih mengutamakan keamanan pasokan energi sebelum mengambil kebijakan lanjutan.
“Dalam keadaan kondisi kayak begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” ujar Balil.
Selain itu, terkait mekanisme dan harga impor minyak mentah dari Rusia, Bahlil menyebut hal tersebut merupakan urusan business to business (B2B).
Di samping minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang untuk mengimpor liquefied petroleum gas (LPG)dari Rusia. Akan tetapi, rencana tersebut sekarang masih dalam tahap pembahasan.
Meski demikian, Menteri ESDM memastikan cadangan LPG nasional saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan.
“Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” ucap Bahlil. (ant/rpi)
Load more