- Istimewa
Mahasiswa Didorong Cepat Adaptasi Dalam Bisnis Industri Kreatif di Indonesia, Ini Alasannya
Tak hanya dari sisi kurikulum, mereka juga menyediakan berbagai fasilitas modern yang mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dan bereksplorasi secara praktis.
Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas dan keahlian mereka melalui berbagai laboratorium tematik seperti Lab Fashion, Lab Film, Lab Food Technology, serta lab interdisipliner lainnya yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kebutuhan industri.
Lingkungan kampus yang kreatif dan kolaboratif ini mendukung proses inkubasi ide hingga menjadi karya nyata yang siap dipasarkan atau diaplikasikan secara profesional.
“Industri kreatif menuntut SDM yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman lintas disiplin dan pengalaman lapangan. Pendekatan yang kami tawarkan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” tambah Prof. Dr. Lim Sanny.
Sementara, Alumni dan mahasiswa BINUS Alam Sutera turut membagikan pengalaman mereka yang membuktikan bahwa sistem pembelajaran BINUS mampu mempercepat karier dan meningkatkan kesiapan profesional, bahkan sejak masih kuliah.
Juniarto Tjondronegoro, Business and Process Development Department Head disalah satu perusahaan Astra
Group, alumni dari program International Business Management, mengaku pengalaman belajar yang membentuknya-menjadi pribadi yang agile dan siap menghadapi tantangan industri.
Nilai-nilai global mindset dan inovasi yang ditanamkan sejak kuliah sangat terasa manfaatnya dalam peran saya saat
ini di dunia bisnis.”
Sementara itu, Maysha Jhuan, mahasiswa aktif dari jurusan Information Systems yang juga dikenal sebagai penyanyi profesional, berbagi pengalamannya dalam menyeimbangkan dunia akademik dan karier di industri kreatif.
“Sebagai mahasiswa yang juga aktif di dunia musik, saya merasa sangat terbantu dengan fleksibilitas dan
dukungan dari kampus. Kurikulumnya memungkinkan saya untuk tetap fokus mengejar karier tanpa harus mengorbankan pendidikan. Di sini, saya belajar tidak hanya teori, tapi juga cara berpikir strategis dan beradaptasi dengan cepat di industri yang dinamis,” terangnya.
Tak kalah inspiratif, Gyandev Timothy Pandori, mahasiswa Business Creation BINUS Alam Sutera sekaligus Founder & CEO PT. Devion Hortikultura Indonesia, menunjukkan bagaimana kampus mendorong lahirnya young entrepreneurs yang siap menciptakan inovasi sejak dini.
“Saya mendapatkan ekosistem yang sangat mendukung pengembangan ide bisnis. Mulai dari pembelajaran praktis,
koneksi ke mentor industri, hingga fleksibilitas akademik yang memungkinkan saya membangun perusahaan sejak kuliah. Semua ini memberi saya fondasi kuat untuk mengembangkan DHI dan berkontribusi langsung ke industri kreatif,” tuturnya.(lkf)