- Istimewa
Diklatsar Paskokat Gelombang III di Lampung, Bangun Kader Tangguh dan Peduli Lingkungan
Jakarta, tvOnenews.com - Pendidikan dan Pelatihan Dasar Paskokat Pemuda Katolik Gelombang III resmi digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung pada 16–18 Januari 2026.
Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menerangkan, Paskokat ini merupakan program strategis organisasi, untuk membentuk kader yang siap mengabdi bagi bangsa, serta gereja.
“Paskokat adalah program Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang bertujuan membentuk kader militan, patriotik, berjiwa sosial, dan siap mengabdi bagi bangsa serta Gereja,” kata Gusma, dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian strategis kaderisasi Pemuda Katolik untuk menyiapkan kader tangguh di bidang tanggap bencana, aksi kemanusiaan, bela negara, serta penguatan konsolidasi organisasi.
Pembukaan Diklatsar Paskokat Gelombang III di Lampung diwarnai dengan aksi cinta lingkungan melalui penyiraman tanaman. Hal ini menjadi pembeda dengan pelaksanaan Paskokat Gelombang I di Jawa Barat dan Gelombang II di Sulawesi Utara, sekaligus menegaskan dimensi ekologis dalam kaderisasi Pemuda Katolik.
Aksi simbolik ini sebagai wujud komitmen sekaligus pertobatan ekologis para kader Pemuda Katolik, sebagai manifestasi nilai-nilai Laudato Si yang menegaskan tanggung jawab bersama dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
Diklatsar ini diikuti oleh ratusan peserta dari Pemuda Katolik Komda Lampung, Orang Muda Katolik, mahasiswa, guru, hingga aktivis muda Katolik, sebagai tahapan menjadi keanggotaan Paskokat. Kegiatan ini mengusung tema “_Ad Maiora Natus Sum_” (Aku Dilahirkan untuk Hal-Hal yang Lebih Besar).
Lebih lanjut Gusma menerangkan Diklatsar ini bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi proses kaderisasi untuk melahirkan patriot muda katolik yang peka, tangguh, dan siap pakai di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Paskokat juga sering menggandeng instruktur lintas iman, termasuk Kepolisian, untuk memperkuat semangat kebangsaan dan persaudaraan. Momentum ini dijadikan sebagai titik penguat aktualisasi semangat pertobatan ekologis sebagai bagian dari resiliensi kebencanaan dan spiritualitas yang konkret.
Dalam kesempatan yang dama, Uskup Tanjung Karang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Diklatsar ini.
“Gereja menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Diklatsar ini diharapkan dapat melahirkan kaum muda Katolik yang berkarakter kuat, beriman matang, peduli pada sesama, serta mampu menjadi garam dan terang di tengah masyarakat,” ungkapnya.