- Istimewa
UNOSO Luluskan 46 Wisudawan, Mahfud MD: Integritas Lebih Penting dari Ijazah
Jakarta, tvOnenews.com - Universitas OSO (UNOSO) menggelar wisuda ke-2 di Pontianak Convention Center (PCC), Kalimantan Barat, Kamis (22/1/2026). Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru, menandai tonggak penting perjalanan UNOSO sejak berdiri enam tahun lalu.
Sidang wisuda tersebut dihadiri Pembina Yayasan Pendidikan OSO Dr. Oesman Sapta (OSO) bersama istri, Serviati Oesman. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, akademisi Rocky Gerung, Gubernur Kalbar Ria Norsan, serta Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
Selain itu, hadir Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto, Rektor UNOSO Dr. Yarlina Yacoub, Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko, mantan Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen (Purn) Gories Mere, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar.
Dalam sambutannya, Oesman Sapta menyampaikan harapannya agar para lulusan UNOSO dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, terutama bagi masyarakat daerah. Ia menegaskan pentingnya keberpihakan pada kebenaran dalam menjalani kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi.
“Kepada para lulusan UNOSO, teruslah bermanfaat untuk sesama, untuk daerah agar maju,” ujar OSO.
OSO juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah menerima dan memberi ruang bagi UNOSO untuk berkembang. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya bertumpu pada teori dan buku, tetapi harus dilengkapi dengan pengalaman nyata.
“Pendidikan sangat penting, tetapi mahasiswa juga harus menempa diri dengan pengalaman. Jangan hanya membaca buku untuk lulus, carilah pengalaman yang bisa menambah ilmu dan mempertajam cara berpikir,” tuturnya.
Mantan Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan bahwa UNOSO sejak awal tidak mengejar kuantitas mahasiswa, melainkan kualitas sumber daya manusia.
“Saya tidak mengejar jumlah besar. Cukup 50 sampai 100 orang, tetapi berkualitas. UNOSO harus membangun kualitas SDM yang berasal dari Kalbar,” katanya.
Dalam orasi ilmiah, Mahfud MD mengapresiasi capaian UNOSO yang telah melaksanakan dua kali wisuda dalam kurun waktu enam tahun. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan produktivitas UNOSO dalam melahirkan kaum terdidik yang siap berkontribusi bagi bangsa.
“UNOSO sangat produktif menyediakan kaum terdidik dengan idealisme. Selamat, UNOSO telah ikut mengantar Indonesia ke masa depan yang lebih baik,” kata Mahfud.
Mahfud mengingatkan bahwa setelah lulus dari laboratorium akademik, para wisudawan akan memasuki “laboratorium kehidupan” yang tantangannya jauh lebih kompleks. Kegagalan di dunia akademik masih bisa diperbaiki, tetapi kegagalan di tengah masyarakat sering kali meninggalkan dampak yang lebih luas.
“Banyak orang hebat secara akademik, tetapi gagal di laboratorium kehidupan karena tidak memiliki integritas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa integritas—yang merupakan pertemuan antara intelektualitas dan moralitas—menjadi kunci utama kesuksesan, bukan sekadar ijazah.
“Integritas itu kejujuran, kesesuaian antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Bertemunya otak dan watak,” ucap Mahfud.
Sementara itu, Rektor UNOSO Dr. Yarlina Yacoub mengatakan wisuda ke-2 ini meluluskan 46 wisudawan, terdiri atas 32 lulusan Program Studi Manajemen, 13 lulusan Program Studi Hukum, dan satu lulusan Program Studi IPA dan Kelautan.
Ia menjelaskan bahwa para wisudawan berasal dari angkatan pertama dan kedua sejak UNOSO berdiri pada 2020 dengan tiga program studi awal. Hingga 2026, UNOSO telah memiliki delapan program studi.
“Kami berkomitmen membawa UNOSO ke level internasional. Saat ini kami sudah bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sarawak (Unimas) dan menghadirkan dosen tamu dari berbagai universitas luar negeri,” kata Yarlina.
Gubernur Kalbar Ria Norsan berharap para lulusan UNOSO dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi peran UNOSO dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalbar.
“UNOSO perlu terus berkolaborasi dengan dunia usaha dan industri agar melahirkan SDM berkualitas yang siap masuk dunia kerja dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ria Norsan.