News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahfud MD Sebut Tidak Ada Uang Negara di Kuota Haji, KPK: Mungkin Punya Tafsir Yang Berbeda

KPK merespons soal ucapan mantan Menko Polhukam sekaligus Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD yang menyebut jika kuota haji bukan merupakan kerugian negara.
Rabu, 11 Maret 2026 - 14:23 WIB
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan respons soal ucapan mantan Menko Polhukam sekaligus Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD yang menyebut jika kuota haji bukan merupakan kerugian negara.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo meyakini bahwa ucapan Mahfud MD itu melihat dari penafsiran yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi ia masih percaya bahwa tidak ada maksud dari Mahfud untuk tidak pro terhadap pemberantasan korupsi yang kini terus dilakukan oleh KPK.

"Kami meyakini Prof Mahfud ini kan salah satu tokoh ya yang gencar dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi dan barangkali ini punya tafsir yang berbeda saja gitu ya," katanya, Selasa (10/3/2026).

"Tapi kami meyakini Prof Mahfud terus mendukung upaya pemberantasan korupsi, salah satunya dalam penanganan perkara kuota haji," sambungnya.

Di sisi lain Budi menjelaskan, bahwa jika dilihat dari sejarahnya, bahwa kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas diawali dengan antrean panjang bagi jemaah yang akan melakukan ibadah haji.

Sebagai upaya memperpendek jarak, pemerintah Indonesia mencoba bertemu dengan Arab Saudi untuk membahas soal tersebut.

Usai melakukan pertemuan itu, Indonesia mendapatkan kuota tambahan sebanyak 20.000.

"Kalau kita melihat historinya, berarti kalau tujuannya adalah untuk memangkas panjangnya antrean, artinya kuota itu seharusnya masuk ke kuota haji reguler seluruhnya nih, kalau kita bicara secara histori, histori dari pemberian kuota haji tersebut," jelasnya.

Berdasarkan perundang-undangan yang mengatur ibadah haji, bahwa seharusnya pembagiannya yaitu 92 persen haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

Namun, Kementerian Agama yang saat itu dipimpin Yaqut justru melakukan diskresi bahwa pembagian masing-masing 50 persen.

"Kuota haji ini diberikan dari pemerintah ke pemerintah, dari negara ke negara. Jadi kuota haji ini bukan diberikan kepada personal-personal ataupun kepada biro travel. Jadi memang hak pengelolaannya pun itu negara," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu ia menerangkan, dalam Undang-Undang Keuangan Negara kuota haji juga masuk ke dalam salah satu lingkup keuangan negara.

Sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai auditor negara juga sudah sepakat. Selain terkait dengan status kuota haji adalah milik negara, tetapi ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para pihak.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fantastis, Live Streaming Video Syur Lewat Aplikasi, Pelaku Raup Keutungan Rp5 Miliar per Bulan

Fantastis, Live Streaming Video Syur Lewat Aplikasi, Pelaku Raup Keutungan Rp5 Miliar per Bulan

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan tiga pelaku berinisial M, H, dan EL dalam kasus tindak pidana praktik judi online modus live streaming video syur di wilayah Tangerang Selatan.
Skema WFH ASN di Klaim Berjalan Optimal Oleh Pemkab Tangerang

Skema WFH ASN di Klaim Berjalan Optimal Oleh Pemkab Tangerang

Penerapan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di klaim berjalan optimal, disiplin, dan produktif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten.
Pak Irfani Berikan Seminar Motivasi pada Pelepasan Wisudawan Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Pak Irfani Berikan Seminar Motivasi pada Pelepasan Wisudawan Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Direktur PT Pertamina Marine Solutions, Dr. Dian Prama Irfani, hadir sebagai pembicara dalam acara Pelepasan Wisudawan Pascasarjana (S2 dan S3) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM).
Sampaikan Pesan Mendalam untuk Para Buruh, Gubernur Dedi Mulyadi: Semoga Kita Bisa Bergandengan Tangan

Sampaikan Pesan Mendalam untuk Para Buruh, Gubernur Dedi Mulyadi: Semoga Kita Bisa Bergandengan Tangan

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada para buruh di peringatan Hari Buruh Internasional (May Day 2026).
Kok Bisa Ada Hong Kong di FIFA ASEAN Cup 2026?

Kok Bisa Ada Hong Kong di FIFA ASEAN Cup 2026?

Hong Kong Disebut-sebut menjadi salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 selain Indonesia. Lantas, kenapa bisa ada Hong Kong dalam turnamen khusus tim ASEAN?
Sepakat dengan Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Blak-blakan Ingatkan Alih Fungsi Lahan Biang Kerok Banjir di Bandung

Sepakat dengan Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Blak-blakan Ingatkan Alih Fungsi Lahan Biang Kerok Banjir di Bandung

DPRD Jabar memberikan pernyatan serupa dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) soal alih fungsi lahan menjadi penyebab banjir dan longsor di Bandung.

Trending

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan dikabarkan menggandeng kekasih baru di momen spesialnya. Di momen tersebut, ia diisukan mengajak serta Inka Andestha, seorang pengusaha skincare.
Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September-Oktober 2026 tampaknya membawa angin segar bagi Timnas Indonesia asuhan John Herdman. Ada kabar baik apa?
Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong menilai bahwa bakat besar yang dimiliki pemain Indonesia kerap terhambat oleh dua faktor mendasar: mentalitas dan kondisi fisik. Hasil pengamatannya
Ipswich Town Kembali Tak Libatkan Elkan Baggott dalam Upaya Promosi ke Premier League

Ipswich Town Kembali Tak Libatkan Elkan Baggott dalam Upaya Promosi ke Premier League

Sudah keenam kalinya beruntun, bek Timnas Indonesia Elkan Baggott tidak dilibatkan pelatih Kieran McKenna dalam upaya Ipswich Town promosi ke Premier League.
Lampaui Dedi Mulyadi dan Pramono, Sherly Tjoanda Terpilih Jadi Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda

Lampaui Dedi Mulyadi dan Pramono, Sherly Tjoanda Terpilih Jadi Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos melampaui Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) & Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung jadi Gubernur Terbaik versi anak muda.
Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Anda mungkin juga bertanya-tanya, dari mana saja sumber kekayaan yang dimiliki Dedi Mulyadi. Inilah beberapa sumber penghasilan yang dimiliki Dedi Mulyadi.
Kisah Lama Perceraian Ahmad Dhani dan Maia Estianty Kembali Memanas, Warganet Ungkit Pengakuan Al Ghazali: Bunda yang Bikin Aku Nerima Shafeea

Kisah Lama Perceraian Ahmad Dhani dan Maia Estianty Kembali Memanas, Warganet Ungkit Pengakuan Al Ghazali: Bunda yang Bikin Aku Nerima Shafeea

Warganet ungkit pengakuan Al Ghazali soal peran Maia Estianty yang buat dirinya menerima Shafeea setelah Ahmad Dhani kembali panaskan isu perceraian dengan mantan istrinya itu.
Selengkapnya

Viral