news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Lembaga pemikiran Strategik Prabowonomic.
Sumber :
  • Istimewa

Strategik Prabowonomic Ungkap Pidato Presiden Prabowo di WEF Davos Bukti Indonesia Jadi Penggagas Baru Ekonomi Global

Pidato Presiden RI, Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 Davos, Swiss dinilai sebagai penanda era baru kepemimpinan global Indonesia.
Jumat, 30 Januari 2026 - 03:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pidato Presiden RI, Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 Davos, Swiss dinilai sebagai penanda era baru kepemimpinan global Indonesia.

Ketua Lembaga pemikiran Strategik Prabowonomic, Tommy Nicson mengatakan Prabowo tidak sekadar berpidato tetapi mengartikulasikan sebuah visi jangka panjang tentang transformasi ekonomi yang mengakar pada realitas, berpijak pada etika, dan menjangkau masa depan.

“Apa yang kita saksikan di Davos adalah lebih dari diplomasi forum. Ini adalah manifestasi dari Prabowonomics dalam tataran global. Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya mampu menavigasi krisis global, tetapi juga hadir sebagai penggagas arah baru pembangunan ekonomi dunia yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan manusiawi,” kata Tommy kepada awak media, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Tommy menuturkan pidato Prabowo membangun narasi alternatif terhadap model ekonomi global yang selama ini didominasi oleh liberalisme pasar tanpa kendali. 

Ia menilai dalam konteks global yang penuh ketidakpastian Prabowo menghadirkan suara moral bahwa perdamaian dan stabilitas adalah syarat mutlak untuk pertumbuhan dan kemakmuran.

“Presiden menegaskan, dan ini sangat penting, bahwa tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Ini bukan sekadar kutipan retoris, tetapi fondasi utama dari visi pembangunan Indonesia ke depan. Stabilitas bukanlah produk sampingan, tetapi produk kebijakan yang terukur dan penuh keberanian,” katanya.

Bukan hanya itu, Prabowo turut serta memaparkan dua program prioritasnya saat pidato di WEF Davos, Swiss yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara.

Prabowo secara lugas membandingkannya dengan McDonald's yang membutuhkan 55 dekade untuk mencapai produksi 68 juta makanan per hari sementara Indonesia menargetkan 82,9 juta porsi harian pada akhir 2026 dalam program MBG.

“Ini bukan hanya soal angka. Ini adalah soal politik anggaran yang berpihak pada rakyat. Saat negara-negara maju mendebat tentang universal basic income, kita justru mempraktikkan bentuk paling nyata dari jaring pengaman sosial makanan bergizi harian untuk seluruh anak bangsa,” kata Tommy.

Tommy juga menekankan pentingnya Dana Kekayaan Negara Danantara yang kini mengelola lebih dari 1.044 BUMN dengan aset senilai USD 1 triliun.

Ia menyebut Danantara sebagai mesin strategis untuk industrialisasi nasional yang akan mengurangi ketergantungan pada sumber daya primer dan mendorong investasi pada sektor-sektor masa depan seperti teknologi, energi terbarukan, dan manufaktur strategis.

“Dengan Danantara, Indonesia tidak lagi menjadi pasar, tapi pemain utama. Kita tidak hanya menarik investasi, tetapi mulai berinvestasi ke dunia—dengan syarat, prinsip, dan tata kelola yang kita tentukan sendiri,” ujarnya.

Tak hanya itu, Tommy mengingatkan dunia harus mencermati capaian Prabowo dalam efisiensi anggaran USD 18 miliar dalam dua bulan pertama pemerintahan. 

Tommy menekankan apa yang dibawa Presiden Prabowo ke Davos adalah bukan utopia, tetapi roadmap ekonomi nasional yang sedang dijalankan dengan cermat dan disiplin. 

Menurutnya Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti arus global, tetapi sedang membentuk arus baru.

“Ini bukan sekadar efisiensi, ini adalah pengalihan fokus anggaran dari program tidak produktif ke program yang menyentuh langsung hidup rakyat. Dunia sedang mencari arah baru, dan Prabowo menghadirkannya. Dengan kepemimpinan strategis, keberanian politik, dan visi jangka panjang, Indonesia siap menjadi pusat gravitasi baru dalam tatanan ekonomi global,” pungkasnya.(raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
01:50
01:10
02:01
01:28
05:06

Viral