news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Tarif Ekspor Dihapus AS, Sawit hingga Semikonduktor RI Dapat Akses Nol Persen

Kesepakatan dagang RI–AS hapus tarif ratusan komoditas. Sawit, kopi, hingga semikonduktor kini bebas bea masuk dan berpotensi dorong ekspor serta lapangan kerja.
Jumat, 20 Februari 2026 - 12:37 WIB
Reporter:
Editor :

Dampak Langsung ke Jutaan Tenaga Kerja

Pemerintah memperkirakan manfaat kesepakatan ini tidak hanya terasa pada angka ekspor, tetapi juga berdampak langsung terhadap stabilitas lapangan kerja nasional.

Airlangga menyebut sekitar 4 juta pekerja berada di sektor yang terkait langsung dengan produk-produk yang memperoleh fasilitas tarif nol persen. Jika dihitung bersama keluarga mereka, kebijakan ini diperkirakan memengaruhi kehidupan ekonomi lebih dari 20 juta masyarakat.

Artinya, perjanjian ini bukan sekadar kesepakatan dagang antarnegara, melainkan juga instrumen penguatan ekonomi domestik melalui peningkatan permintaan terhadap produk nasional.

Momentum Naik Kelas bagi Industri Nasional

Kesepakatan ART dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong transformasi dari eksportir bahan mentah menuju pemasok produk bernilai tambah tinggi. Dengan hilangnya hambatan tarif, produsen nasional didorong untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan standar produksi agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

Masuknya komponen teknologi seperti semikonduktor dalam daftar fasilitas tarif nol persen juga menunjukkan adanya pengakuan terhadap potensi industri teknologi Indonesia untuk terlibat dalam ekosistem manufaktur global.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat hilirisasi dan industrialisasi, sehingga ekspor tidak lagi bergantung pada komoditas mentah semata.

Berlaku Tahun Ini Setelah Proses Administrasi Rampung

Perjanjian tarif resiprokal tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada tahun ini setelah seluruh proses administratif dan teknis diselesaikan. Pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah pendukung agar pelaku usaha dapat segera memanfaatkan peluang tersebut.

Sosialisasi kepada eksportir, penyesuaian regulasi teknis, hingga penguatan rantai logistik menjadi fokus agar implementasi kesepakatan berjalan optimal sejak awal.

Pemerintah melihat ART sebagai momentum penting untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan global yang semakin kompetitif.

Perluasan Akses Pasar Jadi Kunci Pertumbuhan Ekspor

Dengan terbukanya akses bebas tarif ke pasar Amerika, Indonesia memiliki peluang memperbesar volume ekspor sekaligus meningkatkan diversifikasi produk. Pasar Amerika dikenal memiliki daya beli tinggi, sehingga menjadi target strategis bagi ekspansi produk nasional.

Para pelaku usaha diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan standar kualitas, kepatuhan terhadap regulasi internasional, serta inovasi produk agar mampu bertahan dalam persaingan jangka panjang.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral