- kolalase tvone/dok.ilustrasi freepik
Ramai soal Dokter Meninggal karena Campak, Praktisi Kesehatan Ingatkan Vaksin itu Aman dan Halal
Jakarta, tvonenews.com- Praktisi kesehatan memberikan pesan kepada masyarakat agar bisa mencegah penyakit menular, seperti campak menggunakan vaksin.
- Instagram @rsud.cimacan
Hal ini ramai, menjadi perbincangan karena adanya kabar seorang dokter meninggal karena sakit campak di Jawa Barat.
Diketahui dokter AMW wafat akibat suspek penyakit campak. Sejauh ini, pihak Dinkes masih melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan pada tanggal 27 Maret 2026.
"Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Kemenkes Muhawarman di Jakarta, Jumat, dikutip dari Antara.
Vaksin campak yaitu MR disediakan oleh Pemerintah secara gratis. Pemberiannya dilakukan dimulai saat kita usia 9 bulan sampai 15 tahun (sebanyak 3 kali) guna mencegah campak.
Bagi masyarakat harus berhati-hati. Menurut dr Ngabila Salama, Praktisi Kesehatan campak bisa diantisipasi dengan beberapa langkah cegah campak.
- kolalase tvone/dok.ilustrasi freepik
Pertama, jauhi orang yang sedang mengalami gejala campak (demam, ruam, batuk, mata merah).
Terlebih saat ada anggota keluarga yang sakit, usahakan isolasi sementara. Hal ini sebagai langkah pencegahan.
"Anak gak divaksin merasa baik saja padahal terjadi 4 kondisi: suatu saat anak bisa sakit cacat atau meninggal, karier menularkan penyakit untuk orang lemah sekitar, biang kerok mutasi virus dalam tubuhnya, dan sumber wabah," jelas dr Ngabila Salama.
Kemudian, hidup sehat dan tidak lupa menjaga kebersihan dengan selalu cuci tangan dengan sabun secara rutin. Disarankan untuk tidak menyentuh wajah sebelum tangan bersih.
"Sebaliknya anak divaksin ada beberapa masih bisa sakit walau tidak parah sakitnya, karen penyebab sakit bisa dari faktor host, agent, environment. Host bisa jadi dari gizi anak kurang, buruk karena ada komorbid genetik dIl, environment lingkungan sanitasi buruk," tegas dr Ngabila dalam pesannya kepada tvonenews.com, Minggu (29/3).
Sehubungan dengan vaksin, dr Ngabila Salama, MM yang sebelumnya menjabat sebagai kepala seksi surveilans epidemiologi dan imunisasi di Dinas Kesehatan DKI Jakarta itu menegaskan bahwa vaksin yang disediakan pemerintah aman dan halal.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu ragu atau menghindari vaksin campak dan lainnya guna mencegah penyakit menular.
"Jangan ada lagi manusia meninggal karena penyakit yang dapat dicegah GRATIS dengan imunisasi," pesannya.
"Semua merk vaksin tanpa terkecuali aman, halal, bermanfaat, berkualitas. Anak gak divaksin merasa baik saja padahal terjadi 4 kondisi," imbuh dr Ngabila Salama.
Pesannya, anak tidak divaksin itu suatu saat bisa sakit cacat atau meninggal. Bisa menjadi karier menularkan penyakit ke orang lemah sekitar, biang kerok mutasi virus dalam tubuhnya dan jadi sumber wabah.
Sebaliknya, bagi anak sudah divaksin ada beberapa masih bisa sakit walau tidak parah sakitnya. Penyebab sakit juga bisa dari faktor host, agent, atau environment
"Yuk amal jariyah dengan vaksinasi, kalau kita divaksin, tidak hanya melindungi diri, tapi orang disekitar kita. Sebaliknya gak divaksin dosa jariyah karena membahayakan diri dan orang sekitar," katanya.(klw)