news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penyakit peradangan saluran cerna kronis atau yang dikenal sebagai Inflammatory Bowel Disease (IBD) kian menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia..
Sumber :
  • Istimewa

Tingkatkan Edukasi Penyakit Radang Usus, Layanan IBD Terpadu Kini Hadir di Indonesia

Penyakit peradangan saluran cerna kronis atau yang dikenal sebagai Inflammatory Bowel Disease (IBD) kian menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia.
Minggu, 24 Mei 2026 - 23:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Penyakit peradangan saluran cerna kronis atau yang dikenal sebagai Inflammatory Bowel Disease (IBD) kian menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. 

Penyakit yang mencakup Kolitis Ulseratif, penyakit Crohn, hingga IBD-U (unclassified) ini dipicu oleh beragam faktor kompleks, mulai dari gangguan sistem imun, pengaruh lingkungan, pola makan, hingga faktor genetika.

Ironisnya, IBD bukan hanya menyerang lansia, melainkan paling sering ditemukan pada kelompok usia produktif antara 15 hingga 30 tahun. 

Data dari Asia-Pacific Crohn’s and Colitis Epidemiologic Study (ACCESS) menunjukkan tren kenaikan kasus di Asia, termasuk Indonesia yang mencatatkan angka insidensi sebesar 0,77 per 100.000 penduduk setiap tahunnya.

Namun, penanganan IBD di tanah air masih menghadapi tembok besar. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait gejala awal serta keterbatasan akses ke tenaga ahli sering kali berujung pada keterlambatan diagnosis. 

Hal ini tidak hanya memicu risiko komplikasi yang lebih berat, tetapi juga membengkaknya biaya pengobatan jangka panjang.

Menanggapi tantangan tersebut, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana melalui Digestive Cluster resmi menghadirkan IBD Center. 

Pusat layanan ini dirancang khusus untuk memberikan penanganan terpadu, mulai dari proses diagnosis, terapi, hingga pendampingan dan edukasi bagi pasien secara berkesinambungan.

Sebagai langkah awal pengenalan layanan ini kepada publik, IBD Center RSCM Kencana akan menggelar seminar edukasi awam mengenai Inflammatory Bowel Disease pada Sabtu, 23 Mei mendatang, bertempat di Lobi RSCM Kencana, Jakarta.

Kehadiran layanan khusus ini juga menjadi komitmen RSCM dalam meningkatkan kualitas kesehatan nasional agar mampu bersaing dengan fasilitas medis di mancanegara. 

Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan, menekankan bahwa kualitas medis dalam negeri sudah sangat mumpuni.

“Banyak layanan-layanan kita yang tidak kalah, dan bahkan mungkin lebih baik dari luar negeri. Dan ini kita lakukan, terus mengembangkan layanan supaya penduduk kita tidak perlu ke luar negeri. Kita tahu, kita kehilangan 200 triliun per tahun karena berobat ke luar negeri. Padahal, banyak layanan kita yang bahkan mereka (luar negeri) tidak punya,” ujar Renan.

Dengan adanya IBD Center, diharapkan masyarakat yang menderita gangguan pencernaan kronis dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri, sekaligus menekan beban kesehatan nasional akibat komplikasi IBD yang tidak tertangani sejak dini. (dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral