news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lebih Senyap Dari Bisikan Karya Andina Dwifatma.
Sumber :
  • Goodreads.com

Review Buku Lebih Senyap Dari Bisikan, Ketika Menjadi Ibu Berarti Menanggung Dunia Sendirian

“Di akhirat nanti, kalau aku ketemu Tuhan, akan kutanyakan kenapa Dia bikin tubuh perempuan seperti makanan kaleng. Kubayangkan di bawah pusar atau pantatku ada tulisan: Best Before: Mei 2026.”
Jumat, 5 Juni 2026 - 20:45 WIB
Reporter:
Editor :

Mengapa Pengasuhan Selalu Jatuh ke Perempuan?
Hal yang paling menarik perhatian saya justru bukan cerita tentang program hamil atau kehidupan rumah tangga Amara. 

Bagaimana novel ini memperlihatkan beban pengasuhan yang lebih banyak dipikul perempuan menjadi hal yang palingmembekas.

Salah satu kutipan yang paling saya ingat berbunyi:

“Mengapa Baron bisa tenang meninggalkan Yuki bersamaku? Apa karena aku seorang ibu dan dengan sendirinya aku tahu apa yang harus kulakukan dengan anakku? Seandainya situasi di balik, aku ingin tahu apakah aku sanggup meninggalkan Yuki dengan Baron sementara aku berkelana sekadar membuat perasaanku lebih baik.” (Halaman 120)

Bagi saya, pertanyaan ini cukup merangkum kritik terbesar novel ini.

Sering kali masyarakat menganggap perempuan secara otomatis lebih mampu mengurus anak dibanding laki-laki. Seolah-olah kemampuan mengasuh adalah bakat alami yang langsung dimiliki seorang ibu begitu anaknya lahir.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Menjadi orang tua adalah sesuatu yang dipelajari. Namun karena perempuan dianggap sebagai penanggung jawab utama pengasuhan, mereka akhirnya memikul lebih banyak pekerjaan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Amara harus memikirkan banyak hal sekaligus seperti kebutuhan anak, kondisi rumah, pekerjaan, dan perasaan semua orang di sekitarnya. 

Beban seperti ini sering disebut mental load, yaitu pekerjaan mengatur dan memikirkan berbagai hal yang sering kali tidak disadari orang lain.

Novel ini juga menarik karena tidak menggambarkan Baron sebagai suami yang jahat. Baron mengalami kegagalan finansial setelah kehilangan banyak uang dan aset akibat gagal dalam trading. 

Peristiwa tersebut membuatnya kehilangan arah dan semangat hidup. Ia terlihat seperti seseorang yang sedang berusaha bertahan dari kekecewaan besar.

Namun di sinilah saya melihat ketimpangan yang ingin ditunjukkan Andina. Ketika Baron terpuruk, ia memiliki ruang untuk berhenti sejenak dan memikirkan dirinya sendiri. Dia bisa pergi berjam-jam entah ke mana dan melakukan apa.

Sementara Amara tidak memiliki pilihan itu. Ia tetap harus menjalankan perannya sebagai ibu dan menjaga agar kehidupan keluarga tetap berjalan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral