news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Film Backrooms, Dir. Kane Parsons.
Sumber :
  • A24

Backrooms Pecahkan Rekor A24, Fenomena Liminal Space dan Horor Generasi Z

Nama Kane Parsons pertama kali mencuri perhatian publik pada 2022 melalui video The Backrooms (Found Footage). 
Minggu, 7 Juni 2026 - 15:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Dunia perfilman horor kembali kedatangan proyek yang lahir dari budaya internet. 

Film Backrooms, yang diadaptasi dari serial video viral di YouTube, menjadi sorotan karena digarap oleh sutradara muda berbakat Kane Parsons, yang memulai kariernya dengan membuat film pendek di kanal YouTube miliknya saat masih berusia remaja.

Nama Kane Parsons pertama kali mencuri perhatian publik pada 2022 melalui video The Backrooms (Found Footage). 

Dengan memanfaatkan perangkat sederhana dan kemampuan animasi mandiri, ia berhasil menghadirkan pengalaman horor yang berbeda dari kebanyakan film konvensional. 

Video tersebut viral dan ditonton ratusan juta kali, membuka jalan bagi adaptasi layar lebar yang kini diproduksi oleh A24.

Film Backrooms sendiri mengisahkan Clark (Chiwetel Ejiofor), seorang pemilik toko furnitur yang tengah menghadapi masa sulit dalam hidupnya. Ia berjuang melawan kecanduan alkohol sekaligus menghadapi keretakan rumah tangga yang berujung perceraian.

Suatu hari, saat memeriksa gangguan listrik di ruang bawah tanah tokonya, Clark menemukan sebuah celah bercahaya misterius di dinding. Tanpa sengaja, ia masuk ke dimensi aneh yang dikenal sebagai The Backrooms.

Di dalamnya, Clark mendapati dirinya terjebak dalam labirin tak berujung yang dipenuhi ruangan-ruangan kosong berwarna kuning kusam dengan suara dengungan lampu neon yang terus terdengar tanpa henti.

Awalnya, tak ada yang mempercayai cerita Clark. Bahkan terapisnya, Dr. Mary Kline (Renate Reinsve), menganggap pengalaman tersebut hanya halusinasi.

Untuk membuktikan bahwa tempat itu benar-benar ada, Clark mengajak asistennya, Kat, dan kekasih Kat, Bobby, memasuki Backrooms sambil membawa peralatan dokumentasi.

Namun perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika berbagai entitas mengerikan mulai bermunculan.

Fenomena Backroom Kane Parsons
Berbeda dengan film horor yang mengandalkan kemunculan monster, hantu atau jump scare, Backrooms membangun ketakutan melalui suasana yang disebut sebagai liminal space. 

Konsep ini merujuk pada tempat-tempat yang terasa familiar namun kosong yang memunculkan perasaan tidak nyaman, seperti lorong kantor tanpa penghuni, pusat perbelanjaan yang sepi, atau ruangan yang tampak tidak memiliki jalan keluar.

Fenomena Backrooms sendiri berawal dari sebuah foto ruangan berkarpet kuning yang beredar di internet pada 2019. 

Foto tersebut kemudian memunculkan berbagai cerita horor daring atau creepypasta yang menyebut bahwa seseorang bisa terjatuh keluar dari realitas normal dan masuk ke dunia lain yang terdiri dari ruangan-ruangan kosong tanpa akhir.

Seiring waktu, komunitas internet mengembangkan Backrooms menjadi semesta fiksi yang sangat luas, lengkap dengan ratusan level, entitas misterius, serta berbagai teori mengenai asal-usulnya. 

Namun, versi yang paling dikenal saat ini berasal dari interpretasi Kane Parsons melalui serial YouTube dari kanalnya, Kane Pixels.

Dalam versi tersebut, sebuah lembaga penelitian fiktif bernama Async Research Institute menemukan cara membuka akses menuju dimensi alternatif yang disebut The Complex. 

Penemuan itu kemudian memicu berbagai kejadian aneh, termasuk hilangnya manusia dan munculnya fenomena yang sulit dijelaskan secara ilmiah.

Kesuksesan Backrooms juga menjadi simbol perubahan industri hiburan digital dan sineas muda.

Jika sebelumnya banyak kreator internet hanya dikenal di platform daring, Kane Parsons berhasil membuktikan bahwa karya independen yang dibuat dari kamar tidur dapat berkembang menjadi film layar lebar berskala Hollywood.

Dari sebuah foto misterius di internet, menjadi serial YouTube viral, hingga akhirnya diangkat menjadi film bioskop menjadikan Backrooms salah satu kisah sukses paling unik dalam budaya internet modern. 

Belum lagi, Backrooms berhasil merajai box office domestik dan menjadi film Studio A24 paling laris di Amerika Utara. Backrooms tayang di Indonesia mulai hari ini, Minggu, 7 Juni 2026.

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral