- Istimewa
Fuad Bawazier Sebut Isu Reshuffle Menkeu Purbaya Sebagai Upaya 'Cipta Kondisi'
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang berembus mengenai rencana penggantian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut Fuad, informasi yang beredar di masyarakat tersebut tidak memiliki landasan yang valid karena belum pernah ada pembicaraan formal di internal pemerintahan mengenai pergantian jabatan tersebut.
Hal ini disampaikan Fuad saat hadir dalam Forum Ekonom Konstitusi dengan tema "Masa Depan Rupiah dan Paradigma Baru" yang digelar di Jakarta pada Kamis (11/6). Ia menilai ada motif tertentu di balik munculnya spekulasi tersebut.
"Kabar tersebut merupakan bagian dari upaya cipta kondisi dengan membangun persepsi negatif terhadap arah baru kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," kata Fuad Bawazier.
Fuad menjelaskan bahwa manuver "cipta kondisi" ini sengaja dirancang untuk meruntuhkan kredibilitas pengelolaan fiskal negara.
Dengan menyerang sosok sentral di kementerian keuangan, opini publik digiring untuk meragukan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara keseluruhan.
Ia menduga adanya resistensi dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan perubahan paradigma ekonomi pemerintah saat ini, yang lebih condong pada penguatan peran negara sesuai amanat konstitusi.
Ia menambahkan bahwa narasi negatif yang menyerang figur strategis berisiko mengganggu stabilitas pasar, terutama saat pemerintah sedang fokus menjalankan program prioritas seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur nasional.
"Karena itu, berbagai upaya yang berpotensi menurunkan kredibilitas pengelolaan keuangan negara dinilai tidak dapat dilepaskan dari dampaknya terhadap persepsi investor, dunia usaha, maupun masyarakat luas. Narasi yang dibangun tanpa didukung fakta dan data yang memadai berisiko menciptakan ketidakpastian yang tidak diperlukan di tengah upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Fuad.
Meskipun kritik dianggap sebagai bagian dari demokrasi, Fuad mengingatkan pentingnya memisahkan antara masukan yang objektif dengan upaya sistematis untuk mendelegitimasi kebijakan pemerintah melalui kabar burung.
Ia kembali menegaskan bahwa posisi Menkeu Purbaya saat ini masih tetap kokoh dan tidak ada rencana pergeseran posisi.
"Saya tidak melihat ada dasar yang kuat terkait isu pergantian itu. Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada pembahasan resmi mengenai penggantian Menteri Keuangan," kata Fuad.
Fuad menekankan agar arah pembangunan ekonomi nasional tetap tegak lurus dengan Pasal 33 UUD 1945. Ia berharap perdebatan mengenai kebijakan ekonomi tidak sekadar terjebak dalam perdebatan terminologi, melainkan harus kembali pada prinsip kesejahteraan rakyat.
"Kalau kita sendiri tidak memegang konstitusi kita, lalu siapa lagi yang akan menjaganya? Yang paling penting adalah menjalankan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," tegas Fuad. (dpi)