- Kolase Instagram.
Kekuatan Fandom Indonesia Terungkap! Stray Kids, BABYMONSTER Hingga BTS Masih Sulit Tergeser
Jakarta, tvOnenews.com – Gelombang budaya Korea atau K-Wave terus menunjukkan pengaruh yang semakin besar di Indonesia. Jika sebelumnya identik dengan musik, drama, dan gaya hidup, kini kekuatan fandom K-Pop juga mulai terlihat dalam berbagai aspek lain, termasuk cara perusahaan dan industri kreatif membangun kedekatan dengan audiens.
Besarnya antusiasme penggemar Indonesia terhadap idol dan grup K-Pop bahkan membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang diperhitungkan dalam berbagai kampanye internasional. Tak sedikit proyek global yang kini melibatkan penggemar Indonesia sebagai salah satu target utama karena dinilai memiliki tingkat keterlibatan atau engagement yang tinggi.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa fandom saat ini tidak lagi hanya berperan sebagai penikmat karya. Kehadiran mereka mampu membentuk percakapan di media sosial, menciptakan tren, hingga memengaruhi popularitas suatu produk, kampanye, maupun figur publik.
Co-Founder K-Playlist, Jennifer Heryanto, menilai perkembangan ini menjadi bukti bahwa pengaruh K-Culture telah melampaui batas geografis dan menjelma menjadi fenomena global.
“Tahun ini, tercatat sedikitnya 27 brand yang produknya dipasarkan di Indonesia menjalin kolaborasi dengan artis maupun intellectual property (IP) Korea," ujar Jennifer dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026).
"Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar dengan kontribusi basis penggemar terbesar bagi banyak artis Korea. Menariknya, kolaborasi antara brand dan K-Wave saat ini tidak lagi terbatas pada pasar satu negara. Banyak kampanye yang kini dirancang dan dioptimalkan untuk menjangkau audiens dengan skala regional bahkan global, seiring semakin kuatnya posisi K-Culture sebagai fenomena budaya lintas negara,” sambungnya.
Menurutnya, kekuatan K-Wave saat ini juga tercermin dari berbagai studi pemasaran global yang menunjukkan tingginya pengaruh budaya Korea dalam membentuk percakapan publik di berbagai platform digital.
“Berbagai studi Earned Media Value (EMV) global menunjukkan bahwa K-Wave saat ini berkontribusi terhadap sekitar 48 persen share of voice dalam ekosistem global influence. Angka ini menegaskan bahwa K-Wave telah berkembang menjadi salah satu kekuatan pemasaran paling berpengaruh di dunia, tidak hanya di Asia, tetapi juga di pasar global,” tambahnya.