Pertemuan Presiden Prabowo & PM Thailand Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi kunjungan resmi pertama seorang perdana menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir sekaligus menandai penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Dalam sambutannya, Prabowo lebih dulu menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Putri Kerajaan Thailand, Putri Bajrakitiyabha, serta mengucapkan selamat ulang tahun kepada Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.
Presiden juga mengenang hubungan pribadinya dengan Raja Thailand yang telah terjalin sejak keduanya masih bertugas sebagai prajurit.
Prabowo menilai hubungan Indonesia dan Thailand yang selama ini terjalin baik perlu terus ditingkatkan melalui pertemuan yang lebih rutin. Menurutnya, kedua negara memiliki banyak kesamaan pandangan dalam isu kawasan maupun internasional.
Ia mengatakan kemitraan strategis Indonesia-Thailand harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus memperkuat stabilitas ASEAN.
Untuk itu, Prabowo mendorong peningkatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertahanan dan keamanan, perdagangan, investasi, ketahanan pangan dan energi, hingga pengembangan teknologi digital.
Di bidang pertahanan, Presiden mengusulkan peningkatan latihan militer bersama, pertukaran perwira, serta kerja sama pendidikan militer antara kedua negara.
Pm thailand Sampaikan Belasungkawa Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2
Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyampaikan belasungkawa atas tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan Indonesia.
Ia juga mengapresiasi sambutan kenegaraan yang diberikan Pemerintah Indonesia serta mengundang Prabowo untuk melakukan kunjungan balasan ke Thailand.
Paetongtarn menegaskan Thailand siap memperluas kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Salah satunya melalui peningkatan latihan militer gabungan, pertukaran informasi, hingga kerja sama keamanan maritim.
Ia mengungkapkan para petinggi militer Thailand menaruh rasa hormat kepada Prabowo sebagai tokoh militer di kawasan. Sebagai bentuk penghormatan, delegasi Thailand bahkan membawa medali khusus untuk diserahkan kepada Presiden RI.
Selain itu, Thailand menawarkan pengadaan 36 kendaraan tempur amfibi beroda (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AVAV) bagi Korps Marinir TNI AL. Kendaraan tersebut saat ini telah digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand.
Dorong Perdagangan hingga Ketahanan Pangan
Di sektor ekonomi, Paetongtarn menilai nilai perdagangan bilateral yang saat ini mencapai sekitar US$20 miliar masih dapat ditingkatkan. Ia mengusulkan pembentukan Thailand-Indonesia Joint Trade Committee (JTC) di tingkat menteri perdagangan untuk mempercepat peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara.
Thailand juga menyatakan kesiapannya menjadi pemasok beras bagi Indonesia, sekaligus berharap peningkatan ekspor produk pertanian, daging, produk susu, serta mesin pertanian ke pasar Indonesia.
Sebaliknya, Thailand ingin meningkatkan impor pupuk urea dari Indonesia dari sekitar 60 ribu ton per tahun menjadi ratusan ribu ton setiap tahunnya.
Kedua negara juga membahas peluang kerja sama di sektor perikanan, industri halal, investasi, serta energi. Paetongtarn mengusulkan agar Thailand-Indonesia Energy Forum yang terakhir digelar pada 2014 kembali diaktifkan guna memperkuat kerja sama di bidang gas alam, batu bara, dan energi masa depan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari Leaders' Consultation kedua sejak Indonesia dan Thailand meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis pada kunjungan Presiden Prabowo ke Bangkok tahun lalu. Kedua pemimpin sepakat mempercepat implementasi peta jalan kemitraan strategis melalui kerja sama yang lebih konkret di berbagai sektor.