- ANTARA/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis
tvOnenews.com - Peredaran narkoba terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Jika dahulu transaksi narkoba identik dengan pertemuan langsung antara penjual dan pembeli, kini para pelaku semakin kreatif memanfaatkan berbagai celah untuk menghindari pantauan aparat.
Di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, jaringan narkotika bahkan diketahui memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan terenkripsi, hingga layanan pengiriman barang untuk menyamarkan aktivitas ilegal mereka.
Laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dalam World Drug Report menunjukkan bahwa kelompok kejahatan narkotika global semakin mengandalkan teknologi digital untuk memperluas jaringan distribusi.
Modus "dead drop" atau sistem tempel, yakni menyimpan narkoba di lokasi tertentu yang kemudian diambil pembeli tanpa bertemu penjual, menjadi salah satu metode yang banyak ditemukan di berbagai negara.
Cara ini dinilai mampu meminimalkan risiko tertangkap karena kontak langsung antara pelaku dan pembeli sangat terbatas.
Indonesia pun tidak luput dari perkembangan modus tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam berbagai kesempatan mengingatkan bahwa sindikat narkoba terus mencari cara baru untuk menyamarkan transaksi, mulai dari penggunaan media sosial, jasa ekspedisi, hingga sistem tempel di ruang publik.
Fenomena itu kembali terungkap setelah Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik peredaran sabu dan tembakau sintetis di Jakarta Timur yang menggunakan stiker iklan bertuliskan “Sedot WC” sebagai penanda transaksi narkotika.
Stiker Iklan Dijadikan Kode Peredaran Narkotika
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, dengan modus yang tergolong unik dan tidak biasa.
Pelaku berinisial RRM (24) diketahui memanfaatkan stiker iklan jasa sedot WC yang ditempel di sejumlah titik sebagai sarana komunikasi dengan calon pembeli.
Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, IPDA Gandi Rezeki Sinaga, menjelaskan bahwa stiker tersebut ditempel pada tiang listrik maupun pohon di sepanjang jalan kawasan Cipayung.
Menurutnya, stiker itu bukan sekadar media promosi jasa kebersihan, melainkan menjadi penanda dalam sistem transaksi narkotika yang dijalankan pelaku.