- dok.kolase tvOnenews.com/ ilustrasi ums ac.id/antara
Fenomena El Nino jadi Perhatian Banyak Negara, Ternyata Ada Dampak Positif Kata Peneliti
Jakarta, tvonenews.com- El Nino menjadi fenomena yang diperhatikan banyak negara, salah satunya Indonesia. Kondisi yang dihadapi bisa berdampak ke berbagai sektor.
Secara umum fenomena El Nino akan berdampak pada siklus,iklim ataupun prakiraan cuaca suatu wilayah atau negara yang terdampak. El Nino ialah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik yang memicu cuaca ekstrem global.
Mengutip dari medsos Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bahwa El Nino, bisa sangat berdampak signifikan ke sebuah negara.
Dampaknya bisa menyebabkan musim kemarau datang lebih awal, durasi yang lebih panjang, cuaca yang jauh lebih panas, serta penurunan curah hujan drastis yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.
- BMKG
Selain itu, El Nino juga mengakibatkan kekeringan parah terkadang disertai dengan potensi peningkatan kebakaran hutan, defisit air permukaan yang mengakibatkan defisit penyimpanan air di waduk, danau, dan sungai.
Lantas, apa dampak positif El Nino untuk Indonesia?
Mengingat indonesia negara kepulauan, dianggap bisa memberikan dampak positif bagi nelayan atau pekerja yang bertaruh hidup pada hasil laut.
Menurut peneliti BRIN, Edvin Aldrian dalam laman resmi brin.go.id, kalau ada dampak positif dengan terjadinya fenomena El Nino.
Berdampak baik pada sektor perikanan akan menguat seiring dengan mendinginnya laut, dimana ikan akan berenang mendekati permukaan, industri garam akan mendapat manfaat dari sinar matahari dalam jangka waktu lama.
Lebih lanjut kata Profesor di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN itu, para industri rumput laut akan mendapatkan keuntungan dari kondisi air laut yang dingin, sektor transportasi darat dan laut akan mendapatkan manfaat dari kondisi bebas badai.
“Beberapa komoditas pertanian seperti palawija, bawang merah, tembakau, dan hutan jati akan merasakan manfaat dari kondisi ini, dan juga sektor jasa konstruksi akan diuntungkan dengan meningkatnya kapasitas produksi khususnya konstruksi gedung dan akan meningkatkan industri semen," katanya.
"juga bisa berdampak baik pada sektor pariwisata yang akan mendapat manfaat dari sinar matahari yang panjang,” terang Edvin, dikutip dari laman resmi BRIN, Kamis (18/6).
Sebagai tambahan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan prediksi iklim 2026 dengan menyebut fenomena El Nino diperkirakan segera aktif dan berpotensi bertahan sampai awal 2027.
Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, bahwa hasil pemantauan hingga akhir Mei 2026 menunjukkan anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik telah mencapai positif 1,0 derajat Celsius, sementara indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat sebesar minus 0,56.
"Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur telah melewati batas netral selama lima dasarian. BMKG memprediksi fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027," ujar Ardhasena, dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (18/6).(klw)