news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi minum obat.
Sumber :
  • Pexels/Pavel Danilyuk

Fenomena Self Medication Meningkat, Apoteker Dituntut Lebih Aktif Edukasi Pasien

Fenomena self medication atau pengobatan mandiri di masyarakat Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kamis, 18 Juni 2026 - 21:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena self medication atau pengobatan mandiri di masyarakat Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan memperoleh obat bebas, maraknya informasi kesehatan di media sosial, hingga kebiasaan mencari solusi cepat saat sakit membuat banyak orang memilih mengobati diri sendiri tanpa konsultasi medis terlebih dahulu.

Di satu sisi, pengobatan mandiri dapat membantu masyarakat menangani keluhan ringan secara praktis. Namun di sisi lain, minimnya pemahaman mengenai dosis, efek samping, hingga interaksi obat juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan baru.

Tak sedikit masyarakat yang menganggap semua obat bebas aman dikonsumsi tanpa aturan khusus. Padahal, penggunaan obat yang tidak sesuai dosis atau dikonsumsi terlalu sering dapat memicu efek samping serius. Kondisi ini juga diperparah dengan kebiasaan menyimpan obat lama di rumah dan menggunakannya kembali tanpa mengetahui apakah obat tersebut masih layak konsumsi atau sesuai dengan keluhan yang dialami.

Selain itu, tren mencari informasi kesehatan melalui media sosial juga membuat masyarakat rentan menerima informasi yang belum tentu akurat. Banyak konten kesehatan yang viral justru menyederhanakan penggunaan obat tertentu tanpa menjelaskan risiko maupun kondisi medis yang berbeda pada tiap individu.

Fenomena self medication sendiri semakin mudah ditemukan di masyarakat perkotaan maupun daerah. Banyak orang membeli obat berdasarkan rekomendasi media sosial, pengalaman orang lain, atau informasi internet tanpa memahami kondisi tubuh masing-masing.

Padahal, penggunaan obat yang tidak tepat dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari efek samping, alergi, resistensi antibiotik, hingga memperparah penyakit yang sebenarnya membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Kondisi ini membuat peran apoteker dinilai semakin penting. Tidak lagi hanya bertugas menyerahkan obat, apoteker kini dituntut lebih aktif memberikan edukasi kepada pasien agar penggunaan obat tetap aman dan tepat sasaran.

Peningkatan kebutuhan edukasi kesehatan masyarakat itu turut menjadi perhatian dalam kolaborasi antara Daewoong Pharmaceutical Indonesia dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang diumumkan pada Juni 2026. Salah satu fokus kerja sama tersebut adalah penguatan kompetensi apoteker, khususnya dalam memberikan konseling penggunaan obat dan manajemen penyakit kepada masyarakat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
01:35
01:53
00:59
01:26
03:04

Viral