- Freepik @yanalya
Setelah Pandemi, Banyak Perusahaan Mulai Ubah Cara Pandang soal Kesehatan Karyawan
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah tingginya tuntutan dunia kerja modern, perhatian perusahaan terhadap kesehatan karyawan kini mulai bergeser dari sekadar fasilitas tambahan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional dan produktivitas.
Tren ini terlihat semakin kuat terutama pada sektor-sektor yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan publik, seperti transportasi, penerbangan, energi, hingga layanan darurat.
Pengamat ketenagakerjaan menilai perusahaan saat ini mulai menyadari bahwa kondisi fisik dan mental pekerja memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas layanan dan tingkat risiko di lapangan. Karena itu, investasi pada layanan kesehatan karyawan tidak lagi dipandang sebagai beban biaya, melainkan kebutuhan strategis jangka panjang.
Pada industri penerbangan misalnya, kesehatan pekerja menjadi faktor yang sangat krusial karena berkaitan erat dengan aspek keselamatan. Beban kerja tinggi, sistem kerja bergilir, hingga tuntutan konsentrasi dalam durasi panjang membuat pekerja di sektor ini rentan mengalami kelelahan maupun gangguan kesehatan lainnya.
Kondisi tersebut mendorong banyak perusahaan mulai memperkuat akses layanan kesehatan bagi pekerja dan keluarganya, mulai dari pemeriksaan rutin, layanan rawat jalan, pendampingan kesehatan mental, hingga kemudahan sistem administrasi medis.
Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia, Didiet Kus Sam Radityo, menilai kesehatan pekerja menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan perusahaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan nasional.
“Sebagai penyedia jasa navigasi penerbangan yang memegang tanggung jawab besar atas keselamatan penerbangan nasional, kami menyadari bahwa karyawan yang sehat dan produktif adalah kunci utama kinerja organisasi,” ujar Didiet, dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, perusahaan kini perlu memastikan pekerja memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat, terstandarisasi, dan mudah dijangkau agar produktivitas tetap terjaga secara berkelanjutan.
Fenomena meningkatnya perhatian terhadap kesehatan pekerja juga terlihat pascapandemi COVID-19. Banyak perusahaan mulai mengevaluasi ulang kebijakan kesehatan internal setelah menyadari dampak besar gangguan kesehatan terhadap operasional bisnis.
Tidak hanya fokus pada pengobatan, pendekatan kesehatan kerja kini juga mulai mengarah pada aspek promotif dan preventif, seperti edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini penyakit, hingga penyediaan layanan konsultasi psikologis.
Pakar kesehatan kerja menyebut perubahan pola pikir perusahaan ini menjadi sinyal positif bagi dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Sebab, pekerja yang sehat dinilai tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membantu menekan risiko kesalahan kerja, kecelakaan, hingga beban ekonomi akibat absensi berkepanjangan.
Di sisi lain, generasi pekerja saat ini juga semakin memerhatikan kualitas fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan sebelum memilih tempat kerja. Hal ini membuat layanan kesehatan karyawan perlahan menjadi salah satu indikator penting dalam membangun lingkungan kerja yang kompetitif dan berkelanjutan.
Melihat tren tersebut, sejumlah perusahaan mulai menjalin kolaborasi dengan institusi layanan kesehatan guna memastikan pekerja mendapatkan akses medis yang lebih terintegrasi. Salah satunya dilakukan AirNav Indonesia melalui kerja sama dengan Bethsaida Healthcare untuk memperluas layanan kesehatan bagi karyawan dan keluarga.
Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, mengatakan kebutuhan perusahaan terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses kini semakin meningkat seiring tingginya tuntutan produktivitas kerja.
“Kerja sama ini merupakan wujud komitmen Bethsaida Healthcare dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, komprehensif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Kami berharap kolaborasi bersama AirNav Indonesia ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh karyawan dan keluarga, baik dalam hal kemudahan layanan, kenyamanan, maupun kesinambungan perawatan kesehatan,” ujar Iwan. (cmi)