- Antara
Terbongkar! Bendahara Fredy Pratama Bawa Miliaran Rupiah ke Thailand 168 Kali, Akhir Pelariannya Berhenti di Malaysia
"Frans Antoni bukanlah pelaku biasa, melainkan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," kata Eko.
Selain mengatur aliran dana, Frans juga diduga berperan dalam mendukung distribusi narkotika ke Indonesia. Barang haram tersebut masuk melalui berbagai jalur, baik laut, darat, maupun jalur ilegal lainnya yang melibatkan jaringan lintas negara.
Berdasarkan hasil analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba, sindikat Fredy Pratama disebut sebagai salah satu jaringan narkoba terbesar yang pernah beroperasi di Indonesia.
Sebagian besar peredaran narkotika yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.
Polri mencatat bahwa selama periode 2020 hingga 2023, aparat telah menyita sekitar 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama di Indonesia.
Sindikat itu juga diduga mampu menyelundupkan narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam jumlah antara 100 kilogram hingga 500 kilogram setiap bulan. Modus yang digunakan antara lain menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh untuk mengelabui petugas.
Sementara itu, Fredy Pratama yang juga dikenal dengan sejumlah alias seperti Miming dan Cassanova hingga kini masih berstatus buronan internasional. Ia diduga terus berpindah-pindah lokasi di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Kamboja.
Polri berharap penangkapan Frans Antoni dapat membuka lebih banyak informasi mengenai aliran dana, jaringan pendukung, serta keberadaan Fredy Pratama yang hingga kini masih menjadi target utama aparat penegak hukum.
Dengan pengungkapan tersebut, upaya memutus rantai bisnis narkotika lintas negara diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh. (udn)