- ANTARA/Instagram/@jakarta.trending/Ilham Kausar
Cemburu Buta Berujung Teror, Polisi Buru Pelaku Pelemparan Bom Molotov terhadap Pengendara Motor di Jakut
tvOnenews.com - Kepolisian mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus pelemparan bom molotov yang sempat viral di media sosial tersebut. Aparat kini telah mengidentifikasi pelaku utama beserta sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi itu.
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan pelaku utama diketahui berinisial M. Saat kejadian, M tidak beraksi sendirian, melainkan datang bersama beberapa rekannya.
"Pelaku sudah terdeteksi semua, cuma belum ditangkap, yang melakukan pelemparan satu orang (M), tetapi saat datang ke lokasi, dia bersama kawannya, sekitar tiga orang," kata Andry di Jakarta, Selasa.
Meski identitas para pelaku telah diketahui, polisi masih melakukan pengejaran untuk menangkap mereka. Sejumlah langkah penyelidikan dan pengumpulan bukti terus dilakukan guna memperkuat proses hukum terhadap para pelaku.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto juga membenarkan adanya peristiwa pelemparan botol yang diduga bom molotov tersebut.
"Berdasarkan laporan awal, benar, telah terjadi peristiwa pelemparan botol diduga molotov pada Senin (22/6) sekitar pukul 09.00 WIB," kata Budi melansir dari Antara.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Berawal dari Masalah Asmara dan Kecemburuan
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi pelemparan tersebut diduga dipicu persoalan asmara yang melibatkan pelaku dengan mantan istrinya.
Menurut Andry, pelaku M diduga menyimpan rasa cemburu setelah mengetahui mantan istrinya yang berinisial R kini menjalin hubungan dengan pria lain berinisial U.
"Pelaku diduga cemburu karena mantan istrinya tersebut kini telah menjalin hubungan kekasih dengan pria lain berinisial U," ujar Andry.
Namun, yang menjadi sasaran kemarahan pelaku justru bukan pasangan baru mantan istrinya. Pelaku malah mendatangi rumah seorang pria berinisial K yang merupakan paman dari U.
Padahal, berdasarkan hasil penyelidikan, K tidak mengetahui maupun terlibat dalam persoalan asmara yang sedang terjadi.
"Saat kejadian, M mendatangi kediaman K sambil berteriak dari kejauhan dan langsung melemparkan bom molotov ke arah K yang sedang duduk bermain ponsel," papar Andry.