- ANTARA/Instagram/@jakarta.trending/Ilham Kausar
Cemburu Buta Berujung Teror, Polisi Buru Pelaku Pelemparan Bom Molotov terhadap Pengendara Motor di Jakut
Fakta ini menunjukkan bahwa tindakan pelaku dilakukan dalam kondisi emosi yang memuncak dan berpotensi membahayakan siapa saja yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Pengendara Motor Jadi Korban Tak Sengaja
Kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan sebuah benda diduga bom molotov dilempar ke arah jalan dan memicu kepanikan warga sekitar.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakarta.trending, terlihat api muncul sesaat setelah benda tersebut jatuh di jalan.
"Beruntung api tidak sempat membesar sehingga tidak membakar kendaraan korban maupun rumah-rumah warga di sekitar lokasi," tulis akun tersebut.
Awalnya, banyak pihak menduga pengendara motor perempuan yang melintas menjadi target pelemparan. Namun polisi memastikan bahwa perempuan tersebut bukan sasaran utama aksi pelaku.
Menurut Andry, bom molotov itu sebenarnya ditujukan kepada K. Namun lemparan tersebut meleset dan jatuh di jalan.
"Bukan salah lempar. Pelaku berniat melempar ke K, tetapi tidak kena. Saat molotov jatuh ke jalan, ibu tersebut kebetulan sedang melintas dengan sepeda motor, lalu terjatuh karena kaget," terang Andry.
Sementara itu, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa korban saat itu sedang menuju pasar menggunakan sepeda motor ketika insiden terjadi.
"Secara tiba-tiba, korban terkena dampak dari pelemparan botol diduga molotov tersebut hingga mengakibatkan bagian dashboard sepeda motornya terbakar," tutur Budi.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka bakar dalam kejadian tersebut. Polisi juga memastikan kerusakan pada kendaraan korban tergolong ringan dan sebagian besar terjadi akibat motor terjatuh saat pengendara panik.
Dalam proses penyelidikan, petugas Polsek Koja telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti berupa pecahan botol dan rekaman CCTV di sekitar lokasi.
"Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal guna mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, sekaligus mendalami motif di balik aksi pelemparan tersebut," ungkap Budi.
Dengan identitas pelaku yang telah dikantongi, polisi optimistis para pelaku segera ditangkap. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang dibiarkan berkembang tanpa penyelesaian dapat berubah menjadi tindakan kriminal yang membahayakan keselamatan masyarakat luas. (udn)