news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

CEO SHOW Token, Akshay Melwani..
Sumber :
  • Show Token.

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital. Perkembangan ini dinilai dapat membuka peluang baru bagi kreator lokal, terutama dalam hal pendanaan, distribusi karya, hingga akses pasar global.

Hal tersebut terlihat dalam peluncuran ekosistem hiburan digital SHOW yang resmi diperkenalkan di Indonesia pada Jumat (26/6/2026). Platform berbasis blockchain dan AI tersebut mengusung konsep integrasi antara industri hiburan dan aset digital melalui sistem tokenisasi.

Mengangkat tema “Bridging Crypto and Entertainment: Invest Beyond the Screen”, platform ini menyasar generasi muda yang aktif di dunia digital dan memiliki minat terhadap industri kreatif serta teknologi Web3.

CEO SHOW Token, Akshay Melwani, menilai Indonesia memiliki potensi besar di sektor kreatif, namun masih menghadapi tantangan dalam menjangkau pasar global secara langsung.

"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Di SHOW, kami tidak menunggu pintu global terbuka untuk kami; kami membangun ekosistem digital baru di mana karya anak bangsa dapat langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara," tutur Akshay Melwani.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan blockchain di industri hiburan memang mulai berkembang, termasuk untuk sistem distribusi konten, penggalangan dana produksi, hingga keterlibatan komunitas penggemar dalam sebuah proyek kreatif.

SHOW sendiri memperkenalkan beberapa layanan berbasis ekosistem digital, mulai dari platform film watch & earn, ruang produksi konten berbasis AI, hingga proyek animasi yang mengangkat budaya lokal.

Secara teknis, aset digital tersebut dibangun di atas jaringan Ethereum (ERC-20), yang selama ini dikenal sebagai salah satu ekosistem blockchain terbesar untuk pengembangan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi.

Tak hanya fokus pada teknologi, platform ini juga mulai masuk ke industri film Indonesia melalui kolaborasi dengan sejumlah rumah produksi lokal.

Pada Juni 2026, SHOW terlibat sebagai Executive Producer dalam film horor “Cerita Lila” produksi MVP Pictures yang disebut berhasil menarik sekitar 500 ribu penonton pada pekan pertama penayangannya.

Kolaborasi tersebut rencananya akan berlanjut melalui sejumlah proyek film lain, termasuk “Sihir Tanah Kubur”, “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”, “Taboo”, “Siti Vampire”, dan “Sebelum Tiga Puluh”.

COO SHOW, Joshua Khubani, mengatakan pihaknya melihat Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sebagai pusat pertumbuhan industri kreatif digital di masa depan.

“Target investasi seratus juta dolar kami di Asia Tenggara bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital. Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu,” ujarnya. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
07:53
06:02
02:55
04:58
07:02

Viral