- istimewa
Menilik Surga Kudapan Tradisional di Pasar Siti Khadijah Kelantan, Ada Kue Indonesia?
Jakarta, tvOnenews.com - Negeri serumpun, tentu memiliki permasaan, seperti budaya, etnis, hingga kudapan, yang memiliki kemiripan. Satu di antara contohnya, antara Indonesia dengan Negeri Kelantan Malaysia.
Kedua negara itu memiliki kesamaan, seperti kuliner, budaya hingga kudapannya. Hal itu terlihat di sebuah Pasar Siti Khadijah Kelantan, yang kerap dikenal wisatawan sebagai surga kudapan tradisional Kelantan.
Bahkan, satu di antara wisatawan bernama Mahrofi asal Jakarta menyebutkan, kudapan-kudapan yang terdapat di Pasar Siti Khadijah Kelantan, hampir sama dengan kudapan yang ada di Indonesia.
"Hanya saja, ada yang berbeda dan ada yang sama kudapannya tetapi namanya berbeda," ucapnya.
- istimewa
Untuk diketahui, Pasar Siti Khadijah, sebuah pasar yang terletak di pusat Kota Bharu. Bahkan, sebagian orang-orang Kelantan menyebutkan bahwa Pasar Siti Khadijah bukan sekadar pasar tradisional.
Namun, pasar itu disebut sebagai denyut nadi kehidupan masyarakat Kelantan. Pasalnya, di pasar itu terdapat pedagang kuliner khas Kelantan dan di pasar itu, semua orang dapat berinteraksi satu sama lain, baik itu warga lokal maupun wisatawan dari manca negara.
Sebab, pasar tersebut merupakan satu di antara ikon dari Negeri Kelantan. Bahkan, tak sedikit turis yang awalnya suka melancong ke Kuala Lumpur, kini memilih melancong ke Kelantan.
Karena, menurut satu di antara turis asal Indonesia, Mahrofi, bila mengunjungi Negeri Kelantan seperti mengunjungi rumah sendiri.
"Saya bisa merasakan budaya Melayu yang kental, dan tak kalah dengan budaya Melayu yang ada di Riau dan Medan."
Apalagi, kata dia, saat mengunjungi Pasar Siti Khadijah Kelantan, ia akui bisa merasakan kudapan-kudapan yang mirip Indonesia tetapi memiliki citra rasa yang berbeda dan nama yang berbeda.
Selain itu, ia akui, memasuki pasar tersebut berbeda rasanya dengan mamasuki pasar yang ada di Indonesia.
Sebab, kata dia, saat memasuki pintu pasar tersebut, ciri khas pasar Kelantan itu sudah ketara.
"Di lantai dasar, kita akan menemukan berbagai bahan pangan segar. Ikan, ayam, daging, sayur-sayuran, rempah-rempah, hingga aneka hasil laut tersusun rapi di lapak-lapak pedagang."
"Aroma jahe, kunyit, cabai, dan berbagai bumbu khas Melayu bercampur menjadi satu, menciptakan pengalaman yang memanjakan indra penciuman," ucapnya.
Kemudian, ia akui, saat menaiki lantai berikutnya, suasana berubah menjadi surga bagi pecinta makanan tradisional. Berbagai kudapan khas Kelantan tersaji berderet.
- istimewa
"Ada kerupuk ikan, serunding daging dan ayam, aneka kue tradisional Melayu, hingga makanan siap santap yang menggoda selera."
"Apalagi, pedagangnya begitu ramah-ramah dalam menawarkan dagangannya. Mereka sempat bertanya, 'dari Indonesia? Coba ini dulu' ucapnya sambil menyodorkan sepotong kudapan tradisional tanpa meminta bayaran. Bagiku itu adalah pelayanan yang luar biasa," ucapnya.
Memang diketahui, Pasar Siti Khadijah cukup terkenal sebagai ikon Kelantan dan bukan sekadar tempat singgah bagi pelancong yang berkunjung ke Kelantan.
Tempat ini, bukan saja pasar basah, seperti menjual ikan dan sayur. Tetapi, kerap dikenal sebagai surga kudapan.
Apalagi setiap bulan Ramadan datang, Pasar Siti Khadijah sangat ramai. Pasalnya, masing-masing kedai di pasar itu, menjual bermacam kudapan.
Seperti, akok, tepung pelita, jala emas, tahi itik, bunga tanjung atau pulut bakar, dan semuanya bisa ditemukan di Pasar Siti Khadijah Kelantan.
Selain itu, ada nekbat dan ‘butir nako emas’, hidangan dipercayai disediakan menggunakan resipi istana Thailand.
Bahkan dikabarkan, di setiap kedai terdapat lebih 100 jenis kue-kue yang dijual.
Tak hanya kudapan tradisional, di Pasar Siti Khadijah Kelantan juga bisa ditemukan berbagai macam manisan tradisional.
Berdasarkan cerita dari satu di antara pedagang kue, Cik Izzan Ariffin (55), bahwa dirinya sudah berdagang kue tradisional di pasar itu sejak 30 tahun lalu.
Bahkan kata dia, pasar ini semakin ramai bila bulan Ramadan tiba, terutama pada minggu-minggu terakhir.
Ia juga menjelaskan, secara umum terdapat lebih 20 pedagang di kue Pasar Siti Khadijah Kelantan
"Pasar ini beroperasi pada pukul 8 pagi sehingga 6 petang. Biasanya, pengunjung yang datang ke sini ingin mencari kue-kue yang sulit ditemui di kedai-kedai biasa. Maka banyak wisatawan yang berkunjung ke sini," pungkasnya.
Selanjutnya, ketika ditanya kepada wisatawan asal Indonesia terkait adakah menemukan kue tradisioan Indonesia.
Mahrofi menyebutkan bahwa dirinya menemukan kue seperti di Indonesia, "Seperti kue cucur dan onde-onde tetapi Namanya berbeda," ucapnya.
Kemudian, saat diatanya terkait liburan dengan saiapa? ia menjelaskan, bahwa dirinya datang bermasa teman influencer yang tergabung dalam progam Famtrip Jakara ke Kelantan yang diinisiasi AirAsia dengan Negeri Kelantan. (aag)