news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Komedian Simson Rarameha alias Temon..
Sumber :
  • Instagram @temontemplar27

Detik-detik Terakhir Temon Sebelum Meninggal Terungkap, Genggam Erat Tangan Sang Istri

Di balik kabar wafatnya akibat serangan jantung pada Minggu (12/7/2026), sang istri, Mae, mengungkap momen-momen terakhir yang dialaminya bersama Temon di rumah sakit.
Senin, 13 Juli 2026 - 02:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian komedian Simson Rarameha alias Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di balik kabar wafatnya akibat serangan jantung pada Minggu (12/7/2026), sang istri, Mae, mengungkap momen-momen terakhir yang dialaminya bersama Temon di rumah sakit.

Mae menceritakan, dirinya terus berada di sisi sang suami sejak menjalani penanganan di RSUD Mampang, Jakarta Selatan. Saat itu, ia hanya bisa memantau kondisi Temon melalui monitor detak jantung sambil berharap suaminya segera membaik.

"Saya tungguin, kita ngelihatin monitor aja detak jantungnya gitu. Tapi enggak lama, dia kenceng gitulah narik napas," ujar Mae di Rumah Duka Temon, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu.

Beberapa saat kemudian, Temon disebut menggenggam tangan istrinya dengan erat. Momen itu menjadi sentuhan terakhir sebelum komedian tersebut mengembuskan napas terakhir.

"Karena dia juga ditarik ternyata diambil (menghembuskan napas terakhir)," ujarnya.

Melihat kondisi suaminya yang semakin kritis, Mae langsung meminta bantuan tim medis. Dokter kemudian melakukan berbagai tindakan penyelamatan, termasuk resusitasi jantung paru (RJP).

"Dilakuin semua tindakan kan, dadanya ditekan-tekan (RJP) agak lama. Terus saya disuruh keluar nunggu. Enggak ada hasilnya," kata Mae.

Tak lama berselang, dokter memastikan nyawa Temon tidak dapat diselamatkan.

"Jadi ya memang dari pas di awalnya memang udah enggak ada sebetulnya. Jam 08.22 udah dilakukan tindakan, sampai akhirnya jam 08.37 kalau enggak salah, itu dinyatakan meninggal oleh dokter," tuturnya.

Mae juga mengungkap kondisi Temon sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Pada Minggu pagi, suaminya baru selesai menonton pertandingan sepak bola ketika tiba-tiba mengeluhkan sakit.

Menurut Mae, Temon selama ini bukan sosok yang mudah mengeluh soal kondisi kesehatannya. Karena itu, saat sang suami meminta dibawa ke rumah sakit, ia langsung mengiyakan.

"Dia enggak pernah ngeluh. Jadi kalau buat saya, dia ngeluh sakit itu sesuatu yang udah dia enggak bisa tahan. Jadi pas dia pengen ke rumah sakit, saya bilang, ‘Ayo kita ke rumah sakit.’ Akhirnya kita ke rumah sakit," ungkap Mae.

Sesampainya di RSUD Mampang, Temon langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menemukan adanya penyumbatan pada jantung.

"Langsung ada tindakan rekam jantung. Pas udah dilakuin rekam jantung, dikasih tahu nih sama dokter hasilnya. Dokter juga pas ngelihat hasilnya mungkin beliau ngerti ya, kayak kaget gitu. Terus dokter bilang, ini ada penyumbatan, Bu, di jantung. Kalau dalam hal ini, istilahnya kayak serangan jantung lah," jelas Mae.

Selanjutnya, tim medis memberikan obat pereda nyeri, melakukan pemeriksaan darah, serta rontgen. Saat itu, kondisi Temon masih cukup stabil dan masih bisa berkomunikasi.

"Saya ikut nemenin rontgen, saat itu masih biasa, masih bisa diajak ngobrol," katanya.

Setelah kembali ke ruang IGD, dokter memberikan obat yang diletakkan di bawah lidah sebanyak dua kali untuk menangani kondisi jantung Temon. Namun, kondisinya justru terus menurun.

"Balik lagi ke ruang IGD, dikasih obat yang ditaruh di bawah lidah untuk jantung, sekali. Terus enggak ada perubahan. Dikasih satu lagi, dia minta izin ke dokternya dikasih dua kali enggak apa-apa," jelasnya.

"Sudah dikasih kedua, masih sadar, tapi dia udah mulai ngantuk, nguap-nguap. Ditanya masih sering nguap," pungkas Mae.

Tak lama setelah itu, Temon kembali menggenggam tangan sang istri sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral