- Antara
Mengapa Industri Film Gemar Menghidupkan Kembali Karya Populer?
Jakarta, tvOnenews.com - Serial live action Avatar: The Last Airbender menjadi bukti nyata bahwa nostalgia dan basis penggemar yang kuat adalah aset berharga bagi industri hiburan.
Pengamat film dari Institut Kesenian Jakarta, Satrio “Pepo” Pamungkas, menyebutkan bahwa karya yang sudah populer memberikan keyakinan lebih bagi produsen.
“Nostalgia dalam seni hiburan itu pasti, bahkan sangat kuat. Apalagi kalau sebuah karya memang sudah mempunyai basis penonton yang banyak,” ujar Pepo.
Menurutnya, adaptasi bukan sekadar mengulang cerita, melainkan cara menarik penonton lama sekaligus memperkenalkan karya ke generasi baru.
Namun, modal nama besar saja tidak cukup.
“Tetapi, tetap harus ada unique selling point yang bisa menghadirkan kembali penonton lama sekaligus memperoleh penonton yang lebih banyak,” tambahnya.
Pepo menilai format serial di Netflix memberikan keunggulan karena memiliki durasi lebih panjang untuk mendalami karakter dibandingkan film layar lebar.
Ia juga menekankan bahwa perubahan alur dalam proses adaptasi adalah hal yang wajar demi menyesuaikan medium baru.
“Itulah uniknya adaptasi. Tidak harus sama karena ada pengembangan. Perubahan itu merupakan bagian dari keindahan seni ketika sebuah karya berpindah dari bentuk seni yang satu menjadi bentuk seni yang baru,” jelas Pepo.
Pada akhirnya, keberadaan penggemar fanatik membantu mengurangi risiko finansial dan memantapkan langkah industri untuk merilis produk baru. (dpi)