Polisi Kejar Pelaku Penembakan Sopir Travel Aris Sanda oleh KKB di Jayawijaya
Jayawijaya, tvOnenews.com - Aparat gabungan TNI-Polri terus mengejar kelompok bersenjata yang diduga menembak sopir travel Aris Sanda di jalur Trans Wamena-Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Aris ditemukan tewas di dalam mobil yang terbakar setelah sebelumnya diduga disandera kelompok bersenjata.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat menemukan satu selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter serta tas berisi dokumen identitas korban. Jenazah Aris kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada keluarga.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku masih dilakukan. Berdasarkan informasi awal, aparat menduga pelaku berasal dari kelompok bersenjata Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Namun, dugaan tersebut masih didalami melalui olah TKP, keterangan saksi, serta informasi intelijen.
Aris sebelumnya mengemudikan kendaraan yang membawa sembilan penumpang dan logistik menuju wilayah pedalaman. Kelompok bersenjata diduga menghentikan kendaraan tersebut dan meminta para penumpang turun. Para penumpang kemudian kembali menuju Wamena setelah mendapat informasi bahwa terdapat kelompok bersenjata di depan jalur perjalanan. Aris diduga tetap berada bersama kendaraan dan kemudian dibawa oleh kelompok tersebut.
Yusuf mengatakan penyidik juga mendalami kemungkinan keterkaitan kasus Aris dengan penembakan tiga ASN yang terjadi sebelumnya di Jayawijaya. Keterangan para penumpang yang selamat menjadi salah satu bahan penyelidikan untuk menghubungkan kedua peristiwa tersebut.
Menurut Yusuf, aksi kelompok bersenjata di wilayah tersebut disebut menyasar korban secara acak. Namun, pernyataan mengenai pola dan motif tersebut masih merupakan hasil penilaian aparat dan belum menjadi kesimpulan hukum.
Sementara itu, TNI mengevakuasi istri Aris, Sinta Bilolo, yang bekerja sebagai guru di Kabupaten Nduga. Jenazah Aris dan istrinya dijadwalkan diterbangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan pada Jumat (18/9/2026).
Aparat juga meningkatkan patroli di sepanjang jalur Trans Wamena-Mbua yang berada jauh dari permukiman dan jangkauan aparat. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan masyarakat yang melintas di jalur tersebut.