Kemarau Panjang, Debit Sungai Cisadane Menyusut hingga Dasar Sungai Terlihat
Tangerang, tvOnenews.com - Debit Sungai Cisadane di kawasan Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, terus menyusut akibat musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian dasar sungai, bebatuan, hingga endapan lumpur terlihat di permukaan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tinggi muka air Sungai Cisadane berada di sekitar 11,1 meter. Angka tersebut berada di bawah kondisi normal yang mencapai sekitar 12,40 meter.
Kondisi serupa sebelumnya juga terpantau saat tinggi muka air berada di kisaran 11,55 meter.
Pengelola Bendung Pasar Baru menutup pintu air untuk memaksimalkan ketersediaan air yang tersisa. Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan air untuk irigasi dan pasokan air baku.
Surutnya sungai justru dimanfaatkan sejumlah warga untuk memancing di area yang biasanya terendam. Namun, sebagian pemancing mengaku hasil tangkapan berkurang karena ikan berpindah ke bagian sungai yang lebih dalam.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap warga yang mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua RW di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, Asep, mengatakan warga yang mengalami kesulitan air dapat mengambil pasokan dari musala setempat yang menggunakan sumber air perpipaan.
Sementara itu, kualitas air juga menjadi perhatian warga. Asep mengatakan kualitas air perpipaan dinilai mengalami perubahan selama musim kemarau sehingga warga di wilayahnya tidak menggunakannya sebagai sumber air minum.
Pemerintah Kota Tangerang sebelumnya mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air menyusul kondisi Kekeringan. Sejumlah wilayah Kota Tangerang juga masuk status waspada hingga awas kekeringan berdasarkan peringatan BMKG untuk periode 11–20 September 2026.
Kondisi kekeringan juga terjadi di Tangerang Selatan. Hingga 10 September 2026, BPBD Tangsel telah menyalurkan 1.026.850 liter air bersih kepada warga terdampak. Data terbaru mencatat 25 titik kekeringan dengan 599 kepala keluarga terdampak.