news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Gegara Cekcok Nasi Uduk, Bentrokan Maut Pecah di Menteng! Satu Tewas, Gerobak Pecah, dan Kendaraan Dibakar.
Sumber :
  • tim tvOnenews / Wildan Mustofa

Gegara Cekcok Nasi Uduk, Bentrokan Maut Pecah di Menteng! Satu Tewas, Gerobak Pecah, dan Kendaraan Dibakar

Bentrokan maut di Menteng diduga dipicu cekcok saat membeli nasi uduk. Satu orang tewas, sejumlah kendaraan terbakar, dan polisi masih menyelidiki pelaku serta penyebab kerusuhan.
Minggu, 26 Juli 2026 - 17:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Keributan yang berawal dari persoalan sepele saat membeli nasi uduk berubah menjadi bentrokan berdarah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). 

Insiden yang semula dipicu cekcok antara pembeli dan penjual itu berkembang menjadi aksi saling serang antarkelompok warga hingga menyebabkan satu orang dilaporkan meninggal dunia, sejumlah orang mengalami luka-luka, serta beberapa bangunan dan kendaraan hangus terbakar.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video bentrokan beredar luas di media sosial. Rekaman memperlihatkan massa saling melempar batu, merusak bangunan, hingga membakar kendaraan di kawasan Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Menteng. 

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, mengidentifikasi pelaku, serta memastikan penyebab bentrokan yang berujung maut tersebut.

Berawal dari Cekcok Saat Membeli Nasi Uduk

Polisi mengungkap bentrokan bermula dari perselisihan di sebuah warung nasi uduk di kawasan Jalan Matraman Dalam yang menjadi titik awal keributan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, salah seorang pembeli diduga merasa tidak dilayani dengan baik saat membeli sarapan.

"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi," kata Roby Heri Saputra di lokasi kejadian, Minggu (26/7/2026).

Tak lama kemudian, orang tersebut kembali bersama sejumlah rekannya. Mereka diduga melakukan perusakan terhadap gerobak milik pedagang nasi uduk.

"Kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," ujarnya.

Kejadian itu memicu kemarahan warga sekitar. Massa kemudian mendatangi lokasi tempat kelompok tersebut berada hingga bentrokan meluas ke kawasan Jalan Tambak.

"Kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, nah sehingga terjadilah keributan tersebut," ungkap Roby.

Sementara itu, seorang saksi mata bernama Yafa menyebut keributan diduga dipicu pembeli yang tidak membayar makanan.

Bentrokan di Menteng Lukai Dua Orang, Polisi Selidiki Penyebab dan Bantah Isu Perusakan Rumah Ibadah
Sumber :
  • Tangkapan layar @balewisatawanjakpus10

"Kayak beli nasi uduk tapi nggak bayar, kabur. Terus sama anak dalem diteriakin, dia nyelonong aja," kata Yafa.

Keterangan saksi tersebut masih didalami penyidik dan belum menjadi kesimpulan resmi dalam perkara.

Satu Orang Tewas, Bangunan dan Kendaraan Ikut Terbakar

Bentrokan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB itu menyebabkan situasi di kawasan Menteng mencekam. Dalam video yang beredar, terlihat massa melempari batu ke arah lahan kosong yang ditempati salah satu kelompok. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan beberapa kendaraan terbakar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya bentrokan antara dua kelompok warga.

"Ada perkelahian atau keributan yang terjadi di antara dua kelompok warga," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan objek yang terbakar serta penyebab kebakaran.

"Kami akan pastikan lagi mana objek-objeknya dan segera melakukan olah TKP," ujar Braiel.

Polisi juga telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Masih kami dalami. Kami mohon waktu dan diberikan kesempatan untuk menyelesaikan penyelidikan ini," kata Braiel.

Polisi Bantah Isu Perusakan Rumah Ibadah, Ini Pasal yang Berpotensi Menjerat Pelaku

Di tengah ramainya pemberitaan, polisi meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan perusakan rumah ibadah.

Kapolsek Menteng memastikan kabar tersebut tidak benar setelah dilakukan pengecekan bersama pengurus rumah ibadah di sekitar lokasi.

"Tidak ada kejadian bahwa salah satu pihak merusak rumah ibadah. Kami sudah bersama Bapak Ustadz mengonfirmasi dan mengklarifikasi bahwa tidak ada perusakan terhadap rumah ibadah agar warga tidak terprovokasi dengan isu-isu liar," kata Braiel.

Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses hukum kepada aparat.

Apabila penyelidikan membuktikan adanya tindak pidana, para pelaku dapat dijerat dengan sejumlah ketentuan hukum. Untuk tindakan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, penyidik dapat menerapkan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP.

Jika bentrokan mengakibatkan korban meninggal dunia, ancaman pidana dalam pasal tersebut dapat menjadi lebih berat sesuai akibat yang ditimbulkan. Apabila ditemukan unsur penganiayaan terhadap korban, pelaku juga dapat dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Sementara terhadap pelaku yang terbukti dengan sengaja membakar bangunan atau kendaraan hingga menimbulkan bahaya bagi orang lain, penyidik dapat menerapkan Pasal 187 KUHP mengenai tindak pidana pembakaran.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa barang bukti, serta mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat. 

Polisi juga meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan menunggu hasil penyelidikan resmi agar seluruh fakta dalam kasus bentrokan maut di Menteng dapat terungkap secara utuh. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:12
05:05
02:59
01:29
04:17
05:51

Viral