- Istimewa
Viral Senam Andrie Wongso vs Line Dance, Mana yang Lebih Efektif untuk Menjaga Kebugaran?
Jakarta, tvOnenews.com - Olahraga tidak selalu identik dengan latihan berat di pusat kebugaran. Aktivitas fisik berintensitas ringan seperti senam dan line dance juga dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan tubuh.
Salah satu jenis olahraga yang belakangan semakin banyak diminati adalah Senam Andrie Wongso (Senam AW). Dipadukan dengan Line Dance, kedua aktivitas ini dinilai cocok untuk berbagai kelompok usia, mulai dari pemula hingga lansia, karena gerakannya relatif mudah dipelajari dan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Instruktur Senam AW dan Line Dance, Susanto, menjelaskan bahwa meski sama-sama termasuk olahraga aerobik ringan, keduanya memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda.
"Senam Andrie Wongso merupakan senam kebugaran yang mengombinasikan gerakan peregangan, latihan kekuatan ringan, kardio, serta latihan keseimbangan. Gerakannya dirancang sederhana sehingga mudah diikuti oleh siapa saja, termasuk orang lanjut usia," ujar Susanto dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2026).
Salah satu ciri khas Senam AW adalah adanya penyampaian motivasi positif selama sesi latihan. Dengan begitu, peserta tidak hanya memperoleh manfaat fisik, tetapi juga dorongan untuk membangun semangat dan pola pikir yang lebih optimistis.
"Berbeda dengan Senam AW, Line Dance lebih mengedepankan unsur tarian yang dilakukan secara berkelompok mengikuti irama musik tanpa memerlukan pasangan," tuturnya.
"Gerakan dalam Line Dance cenderung lebih dinamis karena mengharuskan peserta mengoordinasikan gerakan kaki dan tangan secara bersamaan, menjaga keseimbangan tubuh, sekaligus mengingat pola langkah yang terus berganti. Perbedaan karakter tersebut membuat manfaat yang diperoleh juga sedikit berbeda," sambungnya.
Lanjut Susanto, senam AW lebih berfokus pada peningkatan kebugaran tubuh secara menyeluruh, menjaga kelenturan sendi, memperkuat otot, meningkatkan keseimbangan, serta membantu mengurangi risiko cedera, terutama pada kelompok usia lanjut.
Sementara itu, Line Dance memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan koordinasi tubuh, kelincahan, konsentrasi, hingga kemampuan daya ingat karena peserta dituntut menghafal rangkaian gerakan.
Meski demikian, keduanya memiliki sejumlah manfaat yang sama, seperti membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan stamina, memperbaiki suasana hati, sekaligus membantu mengurangi stres.
Ideal Dilakukan 3–5 Kali Seminggu
Agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal, Susanto menyarankan Senam AW maupun Line Dance dilakukan secara rutin sebanyak tiga hingga lima kali dalam seminggu.
Durasi latihan ideal berkisar antara 30 hingga 60 menit setiap sesi, yang terdiri atas pemanasan selama 5–10 menit, latihan inti sekitar 20–40 menit, kemudian diakhiri pendinginan selama 5–10 menit.
"Bagi pemula maupun lansia, latihan tidak perlu langsung dilakukan selama satu jam penuh. Waktu 20–30 menit dengan intensitas ringan sudah cukup sebagai tahap awal sebelum durasi dan intensitas ditingkatkan secara bertahap," bebernya.
Menurutnya, konsistensi menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan durasi latihan yang panjang tetapi jarang dilakukan.
Efektif Membantu Membakar Kalori
Selain menjaga kebugaran, kedua jenis olahraga tersebut juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengontrol berat badan.
Dalam sesi latihan selama 30–60 menit, Senam AW diperkirakan mampu membakar sekitar 150–300 kalori, bergantung pada intensitas gerakan dan berat badan peserta.
Sementara itu, Line Dance dapat membakar sekitar 200–400 kalori dalam durasi yang sama. Jumlah tersebut bahkan bisa lebih tinggi apabila gerakan dilakukan dengan tempo musik yang lebih cepat.
Meski demikian, olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan secara optimal. Hasil terbaik tetap bergantung pada keseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dan yang dibakar, sehingga perlu didukung pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, serta gaya hidup aktif.
Motivator sekaligus pencipta Senam AW, Andrie Wongso, mengatakan olahraga ringan akan memberikan manfaat apabila dilakukan secara benar dan konsisten tanpa memaksakan kemampuan tubuh.
"Saya sangat senang melihat semangat masyarakat mengikuti Senam AW. Filosofi senam ini sederhana, yaitu bergerak dengan benar, dilakukan secara bertahap, dan dinikmati dengan hati yang gembira. Tidak perlu memaksakan diri, karena kesehatan dibangun dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga ringan yang mudah dilakukan siapa saja," ungkap Andrie Wongso.
Sejalan dengan itu, Kementerian Kesehatan RI juga merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular.
Kegiatan edukasi mengenai pentingnya olahraga ringan tersebut disampaikan dalam acara Senam Andrie Wongso (Senam AW) dan Line Dance yang digelar Holywings Peduli di Livehouse Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (24/7/2026). Dalam kesempatan itu, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat membiasakan hidup aktif melalui olahraga sederhana.
"Kami percaya bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari hal yang besar. Aktivitas fisik sederhana yang dilakukan secara rutin mampu memberikan dampak besar bagi kualitas hidup. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga," ujar Andrew Susanto. (cmi)